Ternyata Hukum Bernoulli itu Hukum Setan..

pas pertama kali lihat judulnya, pasti nyangkanya ini cuma bohongan..

tapi nggak kok, sumpah deh :) ini beneran..

ini terinspirasi dari mata kuliah FISIKA MEKANIKA oleh Bapak DJATI HANDOKO (FMIPA UI)

nah kemaren beliau lagi menjelaskan tentang persamaan continuitas fluida bergerak, terus ke persamaan bernoulli dan lanjut ke contoh pada kehidupan sehari-harinya, FENOMENA di rel kereta api, yaitu Didorong Setan..

Penasaran? Lanjut deh…

Jadi gini,pernah denger kan kalo orang tua sering bilang, kalo lagi nugguin kereta, harus agak jauh dari rel keretanya.. kalo gak, nanti pas keretanya lewat, nanti bisa di dorong setan kearah kereta yang lewat.. Ya minimal harus dibelakang garis putus-putus yang sudah disediain sama PT.KAI lah.. Ternyata, omongan orang tua kita dulu ada benarnya,. dan bisa dijelaskan secara ilmiah..

Fenomena di Dorong setan ini didasari oleh prinsip bernoulli. Prinsip bernoulli ini  sebenarnya merupakan penyederhanaan dari Persamaan Bernoulli yang menyatakan bahwa jumlah energi pada suatu titik di dalam suatu aliran tertutup sama besarnya dengan jumlah energi di titik lain pada jalur aliran yang sama. Prinsip ini diambil dari nama ilmuwan Belanda/Swiss yang bernama Daniel Bernoulli. ( wikipedia)

 p + \rho g h + \frac{1}{2}\rho v^2 = konstan \,

nah ini rumus yang menyatakan bahwa jumlah energinya konstant..

Dari rumus ini kita dapat simpulkan energi yang ada konstant,bergantung pada ketinggian (h) dan kecepatannya (v)

terus kalau misalnya ada 2 titik maka persamaannya jadi seperti ini..

 p_1 + \rho g h_1 + \frac{1}{2}\rho v_1^2 = p_2 + \rho g h_2 + \frac{1}{2}\rho v_2^2

nah di rel kereta api dan sekitarnya itu, kira kira bisa digambarkan seperti ini..
Image Hosted by ImageShack.us
pada rel kereta dan sekitarnya juga berlaku persamaan bernoulli pada dua titik, seperti pada rumus sebelumnya.

Selanjutnya kita bahas persamaan bernoulli pada rel kereta api..

pada rel kereta api yang ada, antara titik 1 ( daerah dekat garis batas putus-putus) dan titik 2 ( daerah yang  jauh dari garis batas) memiliki ketinggian yang sama.  Bisa kita banyangkan antara daerah orang biasa menunggu kereta dengan berdiri di sekitar garis putus-putus, di bandingkan daerah orang biasa menunggu jauh dari pinggir kereta (biasanya duduk) memiliki ketinggian yang sama. Berarti di persamaan tersebut faktor ketinggian bisa kita hilangkan.

jadinya rumusnya tinggal seperti ini..

P1 + ½ρν1² = P2 + ½ρν2²

terus, pada titik 1, saat kereta lewat, maka titik 1 akan mendapatkan sebuah kecepatan dari kereta api, sementara pada titik 2 yang jauh dari kereta api, tidak ada kecepatannya. Maka v1 memiliki nilai dan v2 tidak memiliki nilai (v2=0)

P1 + ½ρν1² = P2

dari sisa persamaan ini dapat terlihat bahwa dengan prinsip bernoulli yang menyatakan  jumlah energi pada suatu titik di dalam suatu aliran tertutup sama besarnya dengan jumlah energi di titik lain pada jalur aliran yang sama, maka tekanan dititik 2 (P2) akan menjadi lebih besar dari tekanan pada titik 1 (P1). Hal inilah yang akan menyebabkan P2 > P1. Sehingga yang terjadi adalah P2 memberikan dorongan kepada P1. Ini yang menyebabkan seseorang yang berdiri pada daerah yang sangat dekat dengan rel kereta api akan terdorong mendekati rel saat ada kereta api yang lewat.

yap, inilah yang menyebabkan orang tua melarang kita deket2 nunggu kereta api, karena SI BERNOULLI  setan ini…

hehe… ^_^

menyenangkan ya kalo belajar langsung dihubungkan pada kehidupan sehari-hari. thx buat pak djati handoko..

Original by : http://faisaljamil.wordpress.com

(Akhirnya.. setelah lama tidak posting…)

Pengaplikasian Pembangkit Listik Tenaga Angin Sebagai Salah Satu Solusi Krisis Energi Di Indonesia

Pengaplikasian Pembangkit Listik Tenaga Angin

Sebagai Salah Satu Solusi Krisis Energi Di Indonesia

Krisis energi kini telah menjadi suatu masalah yang paling hangat diperbincangkan oleh masyarakat dunia, termasuk Indonesia Bagaimana tidak, jika menurut sebuah penelitian, Indonesia, bangsa yang termasuk dalam anggota OPEC, organisasi pengekspor minyak dunia,dalam 10 tahun lagi akan kehabisan stok bahan bakar minyak. Dan dalam 30 tahun, bahan bakar gas yang kini menjadi pilihan pemerintah untuk menanggulangi masalah krisis energi lewat program konversi minyak tanah ke gas, juga akan habis. Tentunya jika tidak ada “persiapan” untuk menghadapi krisis ini, bukan tidak mungkin masyarakat dunia, terutama Indonesia yang negaranya sampai saat ini belum melakukan tindak nyata dalam mempersiapka krisis energi, akan menjadi masyarakat yang terisolasi. Mempunyai uang untuk membeli energi, tetapi tidak ada energi yang “dapat” di beli .

Sebenarnya para Ilmuwan di Indonesia telah menemukan berbagai macam solusi yang dapat diaplikasikan di Indonesia. Namun, sampai saat ini,belum ada atau masih sangat sedikit yang telah benar-benar di aplikasikan. Salah satu solusi yang sering dibicarakan adalah dengan menggunakan batu-bara. Di China, batu-bara telah memenuh hingga 70% dari total konsumsi energi nasional. Dan Afrika telah mengkonsumsi 90% kebutuhan energi lewat penggunaan batu-bara. Hal serupa juga dilakukan oleh India, yang telah memakai energi lewat peggunaan batu-bara sebesar 60% sampai 70% (www.bppt.go.id). Di Indonesia cadangan batu-bara melimpah ruah. Sumber daya energi batubara diperkirakan sebesar 36.5 milyar ton, dengan sekitar 5.1 milyar ton dikategorikan sebagai cadangan terukur. Sumber daya ini sebagian besar berada di Kalimantan yaitu sebesar 61 %, di Sumatera sebesar 38 % dan sisanya tersebar di wilayah lain. Menurut jenisnya dapat dibagi menjadi lignite sebesar 58.6 %, sub-bituminous sebesar 26.6 %, bituminous sebesar 14.4 % dansisanya sebesar 0.4 % adalah anthracite. Namun, sayangnya, penggunaan batu-bara sebagai sumber energi alternatif dapat menghasilkan gas pollutan, yang merupakan penyebab utama pemanasan global.

Solusi lain yang ditawarkan adalah dengan mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. PLTN adalah sebuah system pembangkit listrik yang memanfaatkan energi inti atom yang luar biasa besarnya. Untuk mendapatkan energi inti atom tersebut, diperlukan proses pembakaran bahan nuklir yang berbeda dengan pembakaran kimia pada umumnya. Reaksi nuklir yang terjadi ini menghasilkan panas yang luar biasa besar dan memiliki daya rusak yang maksimal. Pada PLTN diperlukan sebuah reaktor nuklir yang berfungsi sebagai tempat reaksi nuklir berantai terkendali dilangsungkan. Energi yang dihasilkan dari sebuah reaktor nuklir sangatlah besar. Sebagai gambaran, 1 gr bahan nuklir 235 U dapat menghasilkan energi listrik bersih sebesar 24,58 x 109 J. Apabila sebuah TV mempunyai daya sebesar 100 watt, maka dengan 1 gr 235 U hasil reaktor nuklir, dapat menyalakan TV tersebut selama 24,58 x 107 s atau sama dengan 7,78 tahun terus-menerus tanpa dimatikan. Sebagai perbandingan dengan batubara, satu kg bahan nuklir dapat menghasilkan energi panas setara dengan 2400 ton batu-bara. Inilah yang menyebabkan PLTN begitu prospektif untuk menghidupi kebutuhan energi masyarakat dunia.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebenarnya telah banyak di aplikasikan oleh negara-negara maju di dunia, seperti di Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Perancis, Rusia, Korea Utara dan Iran. Namun, untuk diaplikasikan di Indonesia, masih banyak pihak yang menyatakan ketidaksetujuannya. Penyebabnya adalah kekhawatiran jika terjadi kebocoran reaktor nuklir. Dalam sejarah PLTN, pernah terjadi kebocoran reaktor nuklir di Chernobyl dan Three Mile Island. Pada saat peristiwa Chernobyl (1986) , reaktor nomor empat pembangkit listrik tersebut meledak. Tigapuluh orang langsung tewas dalam ledakan dan kebakaran tersebut. Reaktor ini terbakar selama sepuluh hari dan mengkontaminasi sekitar 142 ribu kilometer persegi di utara Ukraina, selatan Belarusia dan wilayah Bryansk di Rusia. Peristiwa ini menyebabkan terjadinya kanker tiroid (gondok) pda anak-anak. Selain itu, kerusakan genetic akibat bencana itu telah menimbulkan efek negative Diperkirakan bahwa terjadi kanker yang dipicu Chernobyl menewaskan 4000 jiwa.(Walhi). Selain masalah trauma kebocoran reaktor nuklir, dikhawatirkan juga masalah kurangnya penguasaan teknologi dan kultur budaya bangsa Indonesia yang korup dan kurang berdisiplin. Dalam pembangunan reaktor nuklir, dikhawatirkan terjadinya korupsi dan ketidakdisiplian yang makin membuat rentan terjadinya kebocoran reaktor.

Solusi yang paling memungkinkan untuk diterapkan saat ini di Indonesia adalah Pembangkit Listrik Tenaga Angin. (PLT Angin). PLT Angin ini pada prinsipnya memanfaatkan angin yang tersedia di alam. PLT Angin mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Energi angin yang memutar turbin angin, diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi Listrik ini akan disimpan kedalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan. Ini dilakukan untuk menstabilkan keadaan listrik yang terpengaruh saat kecepatan angin berubah-ubah. Angin yang dapat dimanfaatkan untuk PLT Angin ini adalah angin yang termasuk pada kelas angin nomor 3(berkecepatan 12-19,5 km/jam) sampai dengan kelas angin nomor 8 (berkecepatan 61,6-74,5 km/jam). Kelas angin nomor 3 dapat ditandai dengan adanya asap bergerak mengikuti arah angin dan kelas angin nomor 8 ditandai dengan ujung pohon melengkung, dan hembusan angin terasa di telinga.

Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ± 80.791,42 Km merupakan wilayah potensial untuk pengembangan pembanglit listrik tenaga angin. PLT Angin dapat dimaksimalkan pemberdayaannya disekitar pantai di Indonesia. Namun, tidak semua pantai dan daerah dapat dijadikan PLT Angin, karena perlu dipilih daerah yang memiliki topografi dan keadaan angin yang stabil. Sampai saat ini, kapasitas total yang terpasang diseluruh Indonesia kurang dari 800 kilowatt. Terdapat lima unit kincir angin pembangkit listrik berkapasitas 80 kilowatt yang sudah dibangun. Pada tahun 2007 yang lalu, telah ditambah tujuh unit kincir pembangkit berkapasitas sama di empat lokasi, yaitu Pulau Selayar, Sulawesi Uutara, Nusa Penida,Bali, serta Bangka Belitung.

Selain digunakan di daerah pesisir pantai, PLT Angin juga dapat digunakan di daerah pegunungan dan daratan. Saat ini kapasitas total pembangkit listrik yang berasal dari tenaga angin untuk Indonesia dengan estimasi kecepatan angin rata-rata sekitar 3 m/s / 12 Km/jam, 6.7 knot/jam turbin skala kecil lebih cocok digunakan, di daerah pesisir, pegunungan, dataran.. Salah satu daerah yang cocok untuk dijadikan PLT Angin adalah daerah Sidrap.Daerah ini memiliki topografi yang menunjang, datarannya luas dan memiliki kecepatan dan stabilitas angin yang ideal. Selain untuk pembangkitan listrik, turbin angin sangat cocok untuk mendukung kegiatan pertanian dan perikanan, seperti untuk keperluan irigasi, aerasi tambak ikan, dan sebagainya.

Pemanfaatan energi angin merupakan pemanfaatan energi yang paling berkembang saat ini. Berdasarkan data dari WWEA (World Wind Energy Association), sampai dengan tahun 2007 perkiraan energi listrik yang dihasilkan oleh turbin angin mencapai 93.85 GigaWatts, menghasilkan lebih dari 1% dari total kelistrikan secara global. Saat ini Amerika, Spanyol dan China merupakan negara terdepan dalam pemanfaatan energi angin. Diharapkan pada tahun 2010 total kapasitas pembangkit listrik tenaga angin secara global mencapai 170 GigaWatt. Meskipun energi yang dihasilkan tidak sebesar energi yang berasal dari batu-bara ataupun nuklir, tetapi PLT Angin merupakan solusi yang paling murah dan rendah risiko untuk di terapkan di Indonesia. Diharapkan dengan diberdayakannya PLT Angin di Indonesia, akan menjadi salah satu sumber energi alternafif dalam “menyambut” datangnya masa krisis energi yang sebenarnya.

(esai ini esai bikinan gw yg pertama, wktu itu bwt ikut lomba esai di ft, gak menang c, tp seneng bgt bisa slese :) )