3093-i-love-those-random-memories-that-make-me-smile-no-matter-what

Memories


Hai Bloggers,

*lambai-tangan*

Sudah lama tidak mengisi blog ini dengan tulisan sendiri. dan, kali ini pun aku hanya punya waktu sekitar 15 menit. Waktu sudah larut, kegiatan di pagi buta menanti esok hari. Tapi ada yang aku ingin sampaikan disini. Sedikit saja.

Tiba-tiba seharian ini cuplikan-cuplikan scene kehidupan yang sudah berlalu muncul lagi dalam pikiran. Banyak, dan terlalu banyak. Ada beberapa alasan yang ada ; karena tidak sengaja, atau karena memang sudah waktunya datang. Memang bukan yang pertama kalinya seperti ini, kedatangan memori-memori lama. Mungkin karena sifat dominan yang melankolis, atau karena mudah mengingat moment, atau memang karena momentnya yang berkesan.

Aku suka menyimpan memori. Atau benda yang berhubungan dengan memori. Aku biarkan dia pada tempat aslinya. Aku biarkan dia ada disana. Aku juga tak yakin apakah ini akan mempengaruhiku atau tidak dalam memandang sesuatu. Yang aku pahami, memori, pengalaman itu ada untuk menjadi kenangan. Patut dikenang.

Kenangan membuat kita belajar. Belajar jatuh, belajar bangkit. Belajar melihat kedepan dari yang tertinggal di belakang. Belajar berbuat benar untuk tidak lagi melakukan kesalahan – agar hanya dapat meninggalkan kebaikan sebagai jejak.  Kenangan ada untuk disyukuri karena masih diberikan waktu untuk merencanakan ke depan. Kenangan ada untuk mengukur perkembangan dan perbaikan.  Kenangan ada agar tetap berlari mengejar masa depan karena belajar dari yang sudah di belakang. Atau yang paling sederhana, kenangan ada untuk kita menertawakan masa lalu.

Yang pasti semua kenangan ada nilai baik-buruknya. Dan yang membuatku ingin menuliskan ini.

Mohon maaf atas kesalahan yang pernah aku perbuat. Semoga Allah memberikan kehidupan kita yang lebih baik.

Semoga segala hikmah bisa kita renungkan.

3093-i-love-those-random-memories-that-make-me-smile-no-matter-what

00.10 WIB.

Depok.

2 thoughts on “Memories

  1. Woy lelaki paling melankolis yang pernah gw kenal! Haha..

    Penyakit banget tuh emang kenangan, macam malaria. Sekali kena, lo ga akan pernah sembuh. Dia cuma dorman alias non-aktif. Pada saatnya yang ga pernah terduga-duga, dia suka muncul seenaknya. Tapi ya tetep aja kita pelihara, emang dasarnya kita juga ga rela dia pergi.

    Gw sama banget kayak lo soal kenangan ini, Sal. Gw bisa mengingat sekian banyak detil episode dari kehidupan gw yang lalu-lalu. Samapi gw sering bertanya, “Ada ga sih orang yang memelihara kenangan sampai seperti gw? Jangan-jangan gw doang di dunia ini yang sebegitunya memelihara kenangan.” Tapi ternyata tulisan ini menjawabnya.

    Kenangan juga mendewasakan. Insya Allah, mudah-mudahan🙂

    Terimakasih Faisal yang juga ada di salah satu kavling kenangan gw. Maafin juga ya kalau banyak salah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s