abc89-1377196_10151889748562192_74618101_na

Kerelawanan ; OpenHouse Pelepasan PM7


18 Desember 2013.

Aku datang ke acara Open House Pelepasan Pengajar Muda 7 di Cilandak. Awalnya aku kira acara tersebut hanyalah ramah tamah dari IM dan perkenalan dari PM 7 yang segera akan berangkat. Tetapi ternyata kegiatannya cukup serius ; berdiskusi mengenai semangat dari para tamu yang hadir;  Officer IM,  PM dan Alumni, Penggiat FGIM, Kelas Inspirasi, ataupun Korps Donatur Publik.

Aku, awalnya hanya mau datang untuk bertemu dengan temanku yang akan berangkat. Budi sahabatku di  Oi Bura dan Adik “Manis” Sri Rahayu . Sebenarnya aku juga merencanakan untuk mengantar mereka ke Bandara nanti. Tapi dengan waktu luangku yang cukup banyak ini, rasanya aku bisa untuk keduanya.

Aku tertarik dengan diskusinya. Hanya beberapa orang yang mendapatkan kesempatan untuk mengutarakan pendapat saat itu. Salah satunya yang memberikan pandangannya adalah Dika, PM1 yang sekarang menjadi Officer IM. Dika banyak terlibat dalam berbagai macam kegiatan IM. Yang terakhir adalah FGIM. Dika menjelaskan mengapa dan bagaimana mengenai FGIM dan Korps Donatur Publik (KDP).

Aku tertarik mengenai semangat di balik FGIM. Semangatnya adalah untuk memberikan kesempatan kepada orang-orang di luar sana (relawan) untuk dapat memberikan sesuatu kepada guru-guru di desa-desa. Para Guru adalah orang yang se-nyatanya selalu berjuang di sekolah, mengajarkan hal terbaik yang mereka punya. Tanpa kata-kata heroisme, publikasi, atau diskusi pelik mengenai konsep dan pelaksanaan pendidikan. Senyatanya mereka yang berdiri di depan kelas, mendidik dan mengajarkan anak muridnya ilmu-ilmu baru setiap harinya. FGIM, memberikan kesempatan pada relawan untuk membantu para guru di desa untuk mengajar, dengan memberikan perangkat peraga pembelajaran.

Lihatlah, FGIM jelas dalam mendefinisikan kata “membantu”, serta teknis dan tujuan konkrit bantuan tersebut. Kejelasan ini membuat para relawannya tau persis apa yang mereka lakukan dan manfaatnya. Ini adalah poin yang sangat berharga dalam menggalang massa dalam kegiatan kerelawanan.

Dika juga membahas point mengenai KDP. KDP sebenarnya tidak jauh berbeda dengan donasi-donasi dari lembaga lain. Tetapi ada perbedaan yang membuat KDP menjadi menarik. KDP membatasi donaturnya, membatasi nominal maksimal donasinya, dan membatasi waktu donasinya. Biasanya lembaga donasi memberikan kebebaasan pada berapapun donaturnya, jika lebih banyak justru menguntungkan.  Tetapi KDP justru membatasinya. Fokus mereka adalah menggalang orang, bukan menggalang dana. Sehingga, IM memilih mengelola yang sedikit tetapi powerful , dibandingkan banyak orang namun tidak bisa me-maintain nya.

Selain itu juga pembatasan maksimal donasinya. Yang aku pahami, ini bertujuan supaya tak ada orang yang “mengendalikan” IM dengan dananya. Ketika ada seorang donatur yang menyumbang sangat besar, maka secara tidak langsung dia telah “membeli” gerakan tersebut. Maka dengan adanya pembatasan donasi, semua donatur adalah sama derajatnya. Yang aku sukai lagi adalah mengenai pembatasan waktu donasinya. Seseorang dipersilahkan memilih untuk berapa lama dia ingin menjadi donatur. Enam bulan atau satu tahun. Ketika sudah memenuhi batasnya, mereka harus mendaftar ulang untuk menjadi donatur. Pembatasan ini membuat pengelolaan donatur (orangnya) menjadi lebih terarah dan jelas batasan waktunya. Selain itu dengan adanya batasan waktu, kerelawanan akan terasa jelas di sisi relawan. “Saya telah berkomitmen dan terpilih untuk menjadi donatur dalam satu tahun, dan akan saya jalankan sebaik mungkin di satu tahun kesempatan saya ini”.

Ada hal yang membuatku berfikir selama diskusi itu, dan aku coba tanyakan kepada mereka. Aku sadar waktunya tidak akan cukup untuk membahas pertanyaanku, tapi setidaknya aku sudah menyampaikan rasa penasaranku ini.

Dulu, saat masih menjadi PM, aku sangsi bahwa IM akan tetap menarik sampai tahun keempat atau kelima. Aku melihat adanya tren dari pembukaan pengajar muda pertama sampai ke empat. Meningkat secara umum. Aku pikir peningkatan itu terjadi karena sudah banyaknya cerita-cerita menggugah, foto-foto kekayaan alam, dan foto anak-anak yang innocent  dari PM yang mengajar di desa-desa. Semua itu aku sadari pasti menggugah dan menarik bagi pemuda. Tetapi bagaimana ketika sudah tahun ke empat atau kelima. Sudah banyak pemuda yang mendapatkan pengalaman serupa. Aku pikir saat itu, tren nya akan menurun kembali.

Tetapi aku salah. Ada PM 7 yang siap diberangkatkan. Dan mereka tetap luar biasa! Pendaftaran PM 8 mencatat, bahwa sudah ada sekitar 9000an pemuda yang mendaftar untuk menjadi PM. Melebihi pendaftar di PM 4 yang “hanya” 8501 , rekor terbesar pendaftar IM sebelumnya. Aku salah. IM tetap menarik, dan menjadi lebih menarik lagi. Pertanyaannya adalah, Mengapa dan Bagaimana?

Aku berpikir mengapa bagaimana IM mengelola ini menjadi sangat menarik. 4 tahun berjalan dan semakin menarik peminatnya. Luar biasa menurutku. Aku tertarik bagaimana pengelolaan relawan, sehingga bisa tetap punya komitmen atau daya tarik yang tinggi. Menurutku, ini akan sama saja dalam organisasi atau perusahaan apapun. Bagaimana mengelola manusia untuk selalu ada di performa terbaiknya dalam hal berkontribusi untuk organisasi / perusahaan tersebut.

Ada jawaban yang datang dari pengamatanku. Pertama, sudah sangat berkembangnya IM, menjadi sebuah wadah kerelawanan. Sehingga semangat yang ada bukan hanya dari internal organisasi IM, tetapi semangat baru dari orang luar yang sebelumnya bahkan belum pernah berinteraksi dengan IM (Non PM-KI-Penyala). Sudah banyak kerja-kerja IM yang di bentuk peluang kerelawanan untuk siapa saja yang mau berkontribusi. Pengelola Web IM, panitia FGIM, panitia Kelas Inspirasi, Penyala, Komite Rekruitmen untuk sosialisasi @jadiPM, Ruang Belajar,dll. Banyak hal ini semuanya terbuka untuk relawan-relawan baru. Semangat baru mereka jadi suntikan baru semangat IM sendiri. Dengan banyaknya relawan baru ini, jejaring yang terbentuk juga sangat luas. Sehingga bisa menarik “agen-agen” baru untuk menjadi relawan. Luar biasa memang kekuatan Networking.

Banyaknya relawan baru tersebut sangat memberikan warna bagi gerakan IM. Ide-ide liar kreatif saat FGIM, bentuk-bentuk sosialisasi socmed saat Rekrutment, KI membuat IM menjadi sangat dinamis dan dekat dengan kaum muda. Menjadikan kegiatan relawan menjadi “mainstream” baru. Aku pernah mendengan bahwa menjadi PM adalah mainstream pemuda sekarang. Tapi aku menolak ini. Aku rasa yang menjadi mainstream  sekarang adalah kesadaran berkontribusi sekecil apapun, #kerjabakti gandeng tangan, #turuntangan (#eh), atau apapun istilah lainnya yang mengajak untuk berpartisipasi. Gelombang kesadaran berkontribusi sedang tumbuh pesat, dan ini baiknya luar biasa.

Yang jadi jawaban pamungkas mungkin agak idealis. Bahwa Indonesia masih mempunyai banyak orang-orang baik. Yang mungkin saja belum bertemu dan bersatu, belum bergerak bersama, atau belum terekspos oleh media. Masih banyak pemuda Indonesia yang memikirkan nasib bangsanya, membela yang miskin dan lemah, berusaha membantu dengan segenap kemampuannya. Ibu pertiwi Indonesia masih melahirkan pejuang.

Relawan Festival Gerakan Indonesia Mengajar

 

 

 

One thought on “Kerelawanan ; OpenHouse Pelepasan PM7

  1. mestinya gw kemarin ikutan kelompok lo ya, hehe

    emang keren sih ide-nya IM itu, sampai saat ini “mengemas”nya cakep banget. kalau gw sebagai PM senior (haha, sengaja biar kesannya tua) melihatnya emang IM itu bener-bener organisasi yang belajar, jadi memabndingkan IM jaman gw baru masuk PM dulu sama sekarang kayanya udah banyak banget bedanya. kami PM awalan ini dulu sering gemes, geregetan, sebel juga. tapi akhirnya cuma bisa berlapang dada dan puas dengan kalimat “membangun kapal sambil berlayar”, hehe

    dan gw sering iri sama para officer, pengen jadi officer juga :p :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s