aditprasetya

Selamat Jalan, Pejuang! (Aditya Prasetya)


Keluarga Besar Indonesia Mengajar saat ini sedang berkabung. Hmm, tidak. Indonesia sedang berkabung. Seorang pengajar muda yang sedang bertugas di daerah penempatan meninggal dunia kemarin, tanggal 5 November 2013. Dia meninggal setelah 5 bulan bertugas di sebuah SD Kristen Wunlah, kabupaten Maluku Tenggara Barat. Seorang pejuang muda menginggal di tempat kehormatannya, saat masa terbaik tugasnya. Kami semua berkabung.

Aku sendiri tidak mengenal langsung seorang Aditya Prasetya. Aku baru mengetahui tentangnya ketika berita duka ini sampai di telingaku. Tapi semua informasi tentangnya, semua testimoni tentang Adit menyatakan bahwa aku harus menghormatinya. Menghormati jejak perjuangannya, dan akhir yang begitu indah dari usahanya.

Aku mendengar tentang Adit yang begitu kuat prinsipnya. Prinsip keislamannya. Begitu menjaga “kondisinya” meskipun ada di situasi yang sangat sulit. Aku membaca tulisan-tulisannya. Aku mengenalnya dari profilnya yang ada di Web Indonesia Mengajar. Aku menyatakan kekagumanku padanya.

Sedari kemarin rasanya hanya gemuruh yang ada ketika mendengar cerita-cerita tentangnya. Aku merefleksikan keberadaanku disana dulu setahun yang lalu. Aku membayangkan bagaimana menjadi teman-temannya PM 6 MTB ; kehilangan teman yang sangat baik, kehilangan rekan seperjuangan, kehilangan keluarga dengan cita-cita yang sama. Aku membayangkan bagaimana menjadi murid-muridnya ; kehilangan seorang yang dicintai, kehilangan guru yang di teladani, kehilangan panutan atas cita-cita. Aku membayangkan bagimana menjadi orang-orang terdekatnya; keluarga yang merelakannya, sahabat yang ditinggalinya, saudara yang selalu mendoakannya.

Indah. Begitu indah Allah memanggilnya. Kondisi terbaik, setelah melakukan hal baik, dalam perjalanan menjalankan tugas terbaik. Masya Allah. Sejumput iri hinggap pada hatiku. Iri mengakhiri kehidupan dalam kondisi terbaik. Syahid, InsyaAllah. Adit mendapatkan kebahagiaan syahid dalam akhir hidupnya.

Selamat Jalan, Pejuang. Kami kehilanganmu. Tapi yang akan kamu tahu, kami tak pernah kehilangan semangatmu. Yang akan kamu tahu, semangatmu akan terus menjadi bara semangat perjuangan ini. Yang akan terus membakar jiwa-jiwa kami, mengemuruhkan hati-hati kami. Demi Indonesia. Demi Indonesia.

aditprasetya

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s