Doakan Ya!


Ada dua jenis cara orang dalam mengekspresikan hal yang menjadi suatu keinginan / mimpinya. Yang pertama, orang itu sengaja mempublikasikannya ke teman-teman,dan seluruh orang yang ia kenal. Mungkin karena dia adalah orang yang percaya diri dalam mengejar sesuatu. Atau juga karena dia adalah orang yang selalu butuh dukungan orang lain. Mengharap agar orang lain mendukung, dan BERDOA untuknya. Tak salah juga, jika dia berprinsip seperti “Mestakung”. Kuatkan dari dalam diri , sugestikan yang kuat, danshare saja ke teman-teman. Siapa tahu akan banyak “semesta” yang mendukung keinginannya tersebut.

Jenis yang kedua dimiliki oleh orang yang berbeda. Orang jenis ini cenderung menyembunyikan suatu yang sedang ia kejar. Ia mungkin berprinsip,”akan diberitahu hasilnya nanti”. Atau juga orang ini adalah orang yang pemalu. Ada lagi mungkin, jenis ketiga. Yaitu pernikahan sirri antara jenis yang pertama dan yang kedua. Gabungkan saja.🙂

Aku?”

Aku pribadi rasanya lebih cenderung ke jenis orang yang ke dua. Aku ingat betul saat pendaftaran IM tahun lalu. Kebanyakan temanku baru tahu aku memilih bergabung saat aku sudah resign-out dari kantor. Padahal ada temanku yang sejak awal dia mengirimkan aplikasinya, sudah meminta dukungan dari segala kerabat dan kalangan.

“Yang mana yang lebih baik?”

Sama saja. Pada contoh ini, aku dan dia sama-sama lulus seleksi IM dan kami bertugas pada batch yang sama.😀

“Lalu kenapa kamu membahas ini?”

..

Aku sekarang juga sedang berusaha sebenarnya. Mengusakan banyak hal yang aku rasa harus aku siapkan. Belum ada hasilnya. Tapi aku tahu, Allah sedang mempersiapkan yang terbaik untukku. Dan aku teringat kata teman baikku saat dia memberikanku sebuah masukan yang sangat baik mengenai bentuk usaha ; doa,kerja dan tawakkal.

Berdoalah untuk itu. Setidaknya ketika doa sudah diucapkan dan ikhtiar sudah ditegakkan, dan Allah masih memilihkan yang lain, kita ikhlas menghadapinya. ”

Atau kata teman baikku yang lain, saat dia menjelaskanku tentang perbaikan.

“Jodoh itu baiknya datang saat kondisi (iman) kita sedang terbaik. Jadi perbaiki diri saja.”

Dan aku mencoba merefleksikan pernyataan ini dengan hal yang lebih luas. Jodoh  tentunya tidak sekedar tentang pasangan hidup, tapi juga kesempatan, pekerjaan, beasiswa, dan kegiatan lainnya. Mungkin kita memang diminta untuk selalu menjadi kondisi terbaik. Tidak hanya iman, tapi seluruhnya. Misalnya, jika jodoh ini berbicara mengenai pekerjaan, kita dituntut untuk memperbaiki diri dalam hal pengetahuan tentang pekerjaan. Jika berbicara tentang sebuah kesempatan beasiswa, maka kita dituntut memantaskan diri dalam berusaha mendapatkannya. Semua berbicara tentang perbaikan.

..

Dan aku sedang berusaha. Aku mencoba menjadi orang jenis ketiga saat ini. Menggabungkan antara merahasiakannya, dan membaginya. Aku ingin mendapatkan kesempatan didoakan, seperti pada orang jenis pertama.

Aku mohon doanya teman-teman. Doakan ya!:)

2 thoughts on “Doakan Ya!

  1. Minta didoakan untuk sesuatu yang dirahasiakan? Jadi gimana doainnya ya?

    Oh gini aja, “Ya Allah, kabulkanlah keinginan Kak Faisal yang dirahasiakannya itu, ya Allah. Aamiin.”

    Done, Kak.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s