Traktir dan ‘Todong’ Ilmu


Hari ini aku ‘main’ ke Kampus.

Sebenarnya hanya ‘iseng’ saja, karena malam ini aku janji untuk bertemu keluarga Laboratorium Telekomunikasi Teknik Elektro UI. Untuk sekedar kumpul-kumpul, dan dengan traktiran tentunya dari ku.

Tradisi ‘traktiran’ ini sebenarnya bukan kewajiban, tetapi lebih ke penjagaan tradisi Lab. Aku, saat masih menjadi Asisten Lab, tidak pernah absen ketika ada Asisten Alumni yang mengajak makan (traktir). Biasanya alumni akan traktir ketika sudah mendapatkan kerja. Bahagia rasanya ketika kita (sebagai asisten – mahasiswa- ) di ajak berkumpul bersama alumni. Terasa punya keluarga, dan tentunya, Kenyang!!😀

Oke, dan setelah Makan-makan, Aku pun di ‘todong’ untuk berbagi ilmu di dunia Telekomunikasi. (oh my..)
Sebenarnya, tidak ada masalah. Ya, semampunya saja.🙂

Tapi, setelah sampai di rumah, baru ingat kalau besok sudah ada rencana pribadi untuk menghadiri sebagai peserta sebuah acara kepemimpinan di Kampus. Pembicaranya terkenal, Billy Boen (Pencetus Young on Top). Saat membaca spanduknya, seketika itu pula aku tertarik. Sampai merelakan memutar motor untuk melihat lebih detail informasi acaranya dan tata cara pendaftarannya. Sangat tertarik!

 

Dilema pun di mulai..

 

Mungkin bisa saja menjelaskan ke ‘adik-adik ‘ Lab Telekomunikasi, bahwa aku ternyata sudah punya agenda pribadi yang lupa kusampaikan saat tadi diminta. Dengan sedikit alasan logis (dan jujur tentunya), pasti mereka bisa menerima dengan baik. Tetapi, saat kufikir kembali, di acara Sharing Ilmu di Laboratorium, aku berperan sebagai pembicara – penyalur ilmu. Sementara di seminar itu, aku hanya pendengar. Rasanya, ada nilai kebermanfaatan yang bisa kuberikan sharing ilmu nanti, meskipun acara Kepemimpinan itu pun tidak rugi sama sekali.

 

Teringat pesan Pak Anies Baswedan di Indonesia Mengajar ;  Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik.

 

Kupikir, mungkin ada nilai kewajiban yang ada di pundakku untuk sharing tentang sedikit ilmu yang kudapat dari Kantor. Karena sedikit banyak aku telah terdidik, maka rasanya tidak ada alasan untuk tidak mendidik apa yang telah aku dapatkan.

Semoga di mudahkan, dan berkah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s