Selamat berjuang di kehidupan pasca kampus..


Sekarang aku sedikit mengerti tentang pesan umum ketika seseorang telah menyelesaikan masa studinya, umumnya jenjang sarjana ataupun vokasi. “ Selamat berjuang di kehidupan pasca kampus..”

Rupanya mungkin aku baru merasakan, atau mungkin  baru menyadari bahwa sesungguhnya perjuangan di kehidupan pasca kampus bukan sekedar perkara “mencari pekerjaan yang baik untuk diri sendiri”.

Berbeda tentunya perjuangan yang dirasakan oleh setiap orang. Ada yang perjuangannya adalah bagaimana mendapat pekerjaan yang baik, ketika seseorang tersebut sulit (atau sedikit lebih lama di bandingkan yang lain) mendapat pekerjaan yang rasa baik. Ada juga yang perjuangannya adalah mencari penghasilan tambahan, ketika penghasilannya saat ini dia rasa kurang cukup. Ada yang kesulitan di jobdesk pekerjaannya, hubungan yang tidak baik dengan rekan ataupun atasan, tertekan kondisi sikut-menyikut rekan kerja dan yang lainnya.

Tapi belum ada perjuangan berarti yang kurasakan sejak awal aku memulai kehidupan itu. Syukur, tidak terlalu sulit dan lama untuk mendapatkan pekerjaan yang cukup baik – tentunya bukan tanpa kegagalan. Untuk ukuran karyawan berumur 2 bulan kerja, mungkin memang belum terasa perjuangan di tempat kerja. Sedikit tahu jika nyatanya ada beberapa rekan cari muka ketika di depan atasan, tidak terlalu mempengaruhiku. Jobdesk kerja dapat dikerjakan dengan maksimal, menurutku.  Hingga waktunya (untuk merasakan godaan) pun tiba.

Kau tahu, yang paling besar menurutku adalah tentang uang. Ketika dihadapanmu rekan-rekanmu menambah penghasilan mereka, dan membuatnya lumrah. Dan kau memiliki kesempatan yang sama dengan mereka.

Pertarungan hati, kawan.

Disini lah ilmu (teori)-mu bertarung dengan kenyataan. Dimana keinginan-mu bertarung dengan hatimu. Dimana logika hati-mu bertarung dengan logika keinginanmu.

Ku pikirkan saat ini. Saat ini, aku masih sendiri, tidak ada tanggungan di pundakku. Perkara ini lebih mudah terjawab. Tetapi, jika nanti, di posisi seperti mereka yang mungkin sudah berkeluarga,  kebutuhan bertemu dengan kesempatan. Kau bisa bayangkan bagaimana, kan?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

…………….

Disini peran seorang keluarga terutama istri. Menjaga keinginan-keinginan itu timbul,  dengan rasa cukup akan penerimaan.

Semoga kita bisa berjuang bersama, ya dik..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s