GIE kembali lagi..


So Hok Gie. Mahasiswa Sastra UI itu sudah menjadi legenda di dunia pergerakan Mahasiswa. Sosok mahasiswa keturunan China itu selalu membakar semangat peduli kepada rakyat, siapapun yang mendengar ceritanya, membaca bukunya, atau menonton filmnya.  Seharusnya, dan biasanya.

Sebuah kalimat yang sangat terkenal darinya ;

Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.

…………..

Saat ini, di kampus yang sama, Gie kembali hadir kawan.

Dia ‘dihadirkan’ sebagai reaksi perlawanan dari kesewenangan Pemimpin tertinggi kampus Rakyat itu. Dia menjadi ‘dendam’ yang terpendam bertahun-tahun di hati mahasiswa yang mau membuka mata.  Bosan mungkin para Satpam menjaga Rektorat akan aksi-aksi yang dilakukan mahasiswa.Menjadi tameng terdepan. Mereka hanya menjalankan tugas dari Atasannya, meskipun aku yakin mereka ikut menjerit, mengelus dada akan kebijakan-kebijakan beliau. 

Saat ini Gie kembali lagi,. Beberapa hari setelah aku Wisuda dari kampus ini. Tapi kali ini Gie berbeda, dia muncul sebagai  wujud keinginan yang memuncak.  Demi menyelamatkan kampus tercinta

…………………..

Berikut ini adalah publikasi dari BEM UI, yang bercerita lengkap mengapa GIE harus ada kali ini,dan segera.

………………….

Ringkasan linimasa Twitter @BEMUI2011,

“Segudang Masalah Internal UI”
 
Setelah perjuagan merebak ke seluruh penjuru, masalah demi masalah internal UI semakin terkuak. Hingga akhirnya terdapat jawaban. Jawaban dari segudang masalah Internal UI adalah terletak pada kepemimpinan UI saat ini. Selanjutnya beranak pinak ke masalah lainnya. Banyak sekali data, angka dan realitas dilapangan membuktikan bahwa Kesalahan utama terletak pada kepemimpinan Rektor. #saveUI
Penjelasan selanjutnya atas pernyataan sebelumnya akan dibumbui dengan hastag :
(#GIE ” Gumilar Is Enough”) #saveUI
Masalah pertama adalah sentralisasi Kekuasaan : poin pentingnya terletak pada dana pemasukan mahasiswa, poin kedua adalah dana dari pihak luar UI seperti dana beasiswa, penelitian, gaji guru besar, sponsorship. Dana pemasukan mahasiswa : data tahun 2010 dari rektorat UI disebutkan peningkatan penerimaan dari mahasiswa sebesar Rp.137.650.550.558,00. Padahal jumlah dana untuk peningkatan pengeluaran pendidikan hanya sebesar Rp13.335.693.373,00. Itu artinya dana yang dikeluarkan oleh mahasiswa (secara keseluruhan) tidak sebanding dengan apa yang diperoleh. Dan yang perlu digaris bawahi, dari total pemasukan dana UI, 78 % nya dari mahasiswa (mahasiswa jadi bahan eksploitasi). Fakta tersebut juga mengandung pelanggaran. Karena seharusnya pemasukan Universitas dari mahasiswa max 33,33 % (PP 66/2010). Oleh karena itu, jika tidak terjadi sentralisasi keuangan khususnya dana pemasukan mahasiswa, maka BOP-B mahasiswa UI sangat rendah. Biaya kuliah yang sangat-sangat murah, bertolak belakang dengan kondisi kekinian.
Terkait dana penelitian, Dekan FK mengungkapkan bahwa sentralisasi dana penelitian (harus melalui rektorat) membuat penelitian terhambat. Malahan membuat donatur berfikir ulang atau bahkan membatalkan kerjasama penelitian. Hal tersebut, juga dirasakan oleh Fakultas lain.Beasiswa UI untuk mahasiswa mengalami penurunan. Dari tahun sebelumnya sebesar 1 M menjadi 500 juta. kemana sisanya?. Pencairan dana BIDIK MISI tahun 2010 telat beberapa bulan. Hal tersebut berbeda dengan UGM yang tepat waktu. Bagaimanakah nasib bunga simpanan tersebut? Gaji Guru Besar : beberapa guru besar mengatakan bahwa, gaji mereka telat diberikanBahkan sampai berbulan-bulan. Yang menjadi pertanyaan, setelah uang gaji tersebut disimpan dalam bank, kemanakah bunganya??? Sponsorship : sentralisasi keuangan, membuat sponsorship yang dilakukan UI tidak transparan.
Masalah kedua, Pembiayaan Keperluan Pribadi oleh Dana UI. Data keuangan mengenai penyalah-gunaan dana untuk keperluan pakan anjing, ikan dst sebesar 1,8 jt perbulan. Walaupun dengan alibi tak beralasan, rektor mengatakan bahwa hewan tersebut merupakan warisan rektor sebelumnya. Namun, hal tersebut langsung di jawab oleh rektor sebelumnya dengan jawaban, “TIDAAAAAK!!!”. Dengan begitu rektor telah terbukti secara mata telanjang bersalah menggunakan dana UI untuk pribadi. Yang lebih mencengangkan adalah tentang catatan keuangan UI. Bagaimana mungkin nota pakan anjing disebut sebagai makanan rapat di PAUI. Selanjutnya berita yang beredar menyebutkan bahwa dana UI juga digunakan sebagai dana untuk pembayaran Asuransi Mobil Pribadi.
Masalah ketiga adalah ghaibnya pemberian beberapa gelar DHC. Semua orang sepakat mengapa UI begitu aktif memberikan gelar DHC kepada pemimpin-pemimpin besar dunia? Ada apa dibalik semua itu?Mengapa tidak ada komunikasi dengan MWA dan organ lain yang seharusnya berhak dalam finalisasi kputusan? Mengapa dilakukan secara diam-diam? *pemberian gelar DHC raja saudi tanpa satupun media Indonesai yang tahu. Mengapa dari kebanyakan gelar DHC untuk pemimpin banghsa tersebut seolah-oleh UI sebagai pemoohon?? Semua misteri pemberian gelar DHC tersebut, hanya rektor dan rekan-rekannya yang tahu. Mari TUNTUT TRANSPARANSI!!
Masalah keempat adalah penekanan mahasiswa. Masih terang dalam ingatan, tragedi 17 Agustus, Pembekuan BEM dan kasus SUMA. Ketika Badan Eksekutif Mahasiswa sebagai salah satu wadah mahasiswa untuk menyuarakan aspirasinya di bekukan sepihak oleh Rektor. Hal tersebut diikuti juga dengan Penekanan yang menjerumus kepada pengancaman kepada Pemimpin SUMA. ketika suma mencoba melakukan perannya sebagai media massa mahasiswa independen untuk menyuarakan masalah mahasiswa. 17 Agustus 2011, mahasiswa UI dipukuli oleh pihak keamanan UI saat berusaha untuk menyuarakan luapan keluhan-nya atas Biaya UI yang mahal
Masalah kelima, pembatalan pembangunan FK, FKG, dan teaching Hospital UI. Masalah ini memang hanya segelintir orang yang tahu. Namun berisi masalah besar. Dahulu kala (pasca tahun 2007) ide dan desas desus mengenai pembangunan komplek kesehatan di sebelah FKM cukup santer di UI. Setelah bapak rektor saat ini menjabat tahun 2007, bukan gedung FK, FKG dan Hospital yang dibangun. tetapi justru gumilar boulevard. Padahal rencana Awal gedung tersebut sudah akan dibangun pada tahun 2007 dan selesai pada tahun 2009. UI telah mendapatkan soft loan dari JAIKA sebesar 120.000.000$ *silahkan ubah sendiri ke rupiah kawan*. Karena batalnya pembangunan tersebut, UI harus membayar denda secara terus menerus sebesar 0,1 % *silahkan dihitung*. Seandainya dana tersebut diberikan untuk dana mahasiswa, SEMUA MAHASISWA UI akan hidup SEJAHTERA.
SERUAN AKSI!!!
 
“1000 Massa Aksi Kuningkan Salemba”
Rabu, 28 September 2011
HIDUP MAHASISWA!


One thought on “GIE kembali lagi..

  1. Ini benar Kawan, So Hok Gie adalah sosok yang luar biasa pada zamannya …
    beliau benar2 seorang yang kritis …

    saya sempat nonton filmya, tapi belum sempat baca bukunya …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s