Bintang, Apa Kabar?


Sudah berminggu-minggu aku menghabiskan hari di tempat ini.  Di tempat yang tinggi ini. Di lantai teratas dari sebuah menara di segitiga emas kota Jakarta. Bukan hanya siang hari, separuh malam pun ku habiskan di tempat ini.

Kuresapi malam demi malam di tempat ini. Tidak hanya sendiri memang. Bersama beberapa teman, dan juga rekan kerja dari perusahaan lain. Baik atasan dan bawahan. Semuanya tak terasa menghabiskan malam bersama, memupuk lelah dan kantuk di tempat ini. Tempat tertinggi ini.

Tidak buruk sesungguhnya disini. Pemandangan Jakarta yang indah di malam hari selalu menghiasi kaca yang selalu ku tatap. Sama seperti saat ini. Jakarta yang hiruk pikuk, padat dan sibuk, berangsur berganti menjadi sunyi menyala. Menyala dengan jutaan lampu yang berkilau dari kejauhan. Sinarnya Indah. 

Tetapi tetap saja. Ada yang berbeda di dalam hati.

Ada yang kurindukan.

…………

Sinar alami yang sangat indah. Aku suka langit, dan isinya. Dan kini, ketika ku tatap langit di malam hari, meski selarut ini, tak lagi kutemukan sinar indahnya. Hilang entah kemana.  Tak pernah kutemui lagi. Jakarta telah menyulap cahaya bintang menjadi cahaya sinar lampu.

………….

Tetap saja tak akan tergantikan.

Tak akan kau temukan cahaya ketenangan di dalam sebuah lampu.

…………

Apa kabar kau, bintang?

5 thoughts on “Bintang, Apa Kabar?

  1. Aku baik kok, kak. Haha. *obsesibintang.

    Kata orang di Boscha, bintang akan terlihat saat situasi di sekitar kita gelap. Tapi rasa-rasanya, jauh sebelum itu, orang bijak sudah mengajarkan kita untuk mensyukuri kegelapan karena memang hanya pada saat itu kita bisa melihat bintang-bintang dengan terang. Atau dalam bahasa lain, mereka ingin menyampaikan bahwa dalam kondisi tersulit dalam hidup pun kita masih bisa menemukan harapan, yang bahkan akan terlihat lebih cerah dari kondisi biasanya.

    Ini juga yang mungkin membuat kehidupan tanpa listrik selama sebulan di Lirang tidak terasa sebagai sebuah ancaman. Karena Allah sudah mengatakan,

    “Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang untukmu agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang yang mengetahui.” (Q.S. Al-An’am [6] : 97)

    Hehe. Jadi, semangat ya, Kak Faisal. Percayalah, titik tergelap yang sedang kita pijak adalah lokasi terbaik untuk melihat bintang.

    *PS:
    Kak, bintang di Lirang benar-benar luar biasa, lho! Mungkin kakak perlu kesana agar rindu itu terobati.😉

  2. dulu terakhir melihat bintang pas aku di bukittinggi,,di langit depok apalagi jakarta biasanya bintangnya jarang terlihat, mungkin karena polusi udara kali ya,,. :p

    Sepertinya menyenangkan melihat bintang d tempat yang tinggi, seolah kita bisa menjangkaunya secara nyata,,

    sampai saat aku merantau ke pulau sulawesi pun,,bintang tak pernah ku lihat di langitnya,,sempat terfikir bahwa bintang hanya ada di langit bukittinggi,,kampung ku nan elok dan nyaman🙂

    #ternyata di langit jakarta masih ada bintang ya sal? apa mungkin karena berada di titik yang tinggi sehingga bintang masih terlihat? atau bintang yang kau lihat pun hanya ilusi? :p

    kapan2, sail mau “metik bintang” bareng ya🙂

  3. Fina : Iya Fina, karena Jakarta terlalu banyak menggantikan cahaya bintang dengan cahaya lampu, maka Cahaya bintang tertutup, bintang hilang dari pandangan Jakarta.

    Lirang, ide yang sangat baik. Mungkin disana, bintang lebih bersahabat, sehingga mau menampakan dirinya kembali. Sehingga bisa menjadi petunjuk dan tanda-tanda kebesaran Allah.

  4. semoga puncak TNGP bisa mengundang bintang untuk menampakkan diri🙂

    indah banget pasti ya, melihat bintang di tempat yang tak biasa bersama mereka yang luar biasa..

    InsyaAllah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s