Salah orang?


Hari ini, aku merasa begitu berbeda. Nampaknya hari ini benar-benar akan sulit terlupakan. Di hari sederhana inilah semuanya akan dimulai, semuanya akan berubah.

————-

H-3 hari.

Mungkin sudah sebulan tidurku tak senyenyak dulu. Bukan hanya hectic mempersiapkan ini-itu,  tapi secara mental pun, ini sungguh menegangkan. Kata beberapa orang temanku, ‘sudah, santai saja. Semua akan baik-baik saja’. Tapi tetap saja, ini menegangkan, dan melelahkan.

Masih ku lihat daftar panjang itu. Sudah ku check list  satu persatu daftar hal-hal yang perlu siap sebelum hari H. Tersenyum aku memandangnya. ‘Sudah hampir lengkap semuanya‘, gumamku dalam hati. Tinggal menunggu semuanya dipasang rapih, dan selesai.  Baju kebesaran itu pun sudah ku coba.  ‘Ternyata gagah juga ya aku memakai baju ini’, pikirku dalam hati sambil tersenyum.

———————–

H-8 Jam.

Sekarang di hadapanku, tinggallah sebuah kertas catatan hasil print-an ku sebulan yang lalu. Kertas bertuliskan arab beserta artinya ini selalu kupandangi dari tadi. Menghafalpun tidak. Sudah sebulan ku membacanya, hafal sudah tentu. Namun tetap saja, aku takut salah membacanya . Bisa berantakan semuanya. Coba bayangkan, jika aku salah menyebutkan nama karena gugup — menyebutkan nama orang lain misalnya. Bisa heboh satu masjid.🙂

Sesungguhnya hanya untuk menghafalkan kalimat ini bukanlah hal yang sulit bagiku. Ini tidak lebih panjang dari sebuah surat pendek yang ku hafal. Tapi memikirkan arti — dan konsekuensi setelahnya, sungguh ini perkara besar. Inilah yang membuat “teman-teman” yang lain, berfikir sangaat panjang sebelum memulainya. Begitu juga aku.

——————–

H- 10 Menit

Sekarang dihadapanku sudah berdiri lelaki berpeci itu. Nampak sangat pengalaman dia untuk hal yang seperti ini. Dia tampak sangat tenang, bahkan menatap menguasai. Canggung juga jadinya. Di sebelahnya duduk seorang yang sudah ku kenal sebelumnya. Dia juga tampak menyeramkan 🙂. Tapi dari wajahnya terukir senyum kepadaku, dan wajah haru yang tak bisa disembunyikan. Mungkin artinya, ‘Kepadamu nak kutitipkan buah hatiku, kumohon, perlakukanlah ia sebaik mungkin. 

Mantap kutatap mereka. Berusaha menenangkan hatiku dan jiwaku.

——————-

H + 5 menit

Semuanya sudah berlalu, cepat. Tidak ada masalah berarti, hanya gugup dan gemetar yang memang tak bisa disembunyikan. Haru pun menyelimuti dengan seketika. Air mata tumpah diwajah orang-orang disekelilingku.

Aku diam. Ku tutup mata menghayati ini semua. Kubiarkan semuanya meresap ke dalam hati. Setelah semuanya mereda, ku pegang buku itu, dan kulihat baik-baik isinya.  Disebelahku sekarang sudah ada seorang wanita berpakaian senada denganku. Belum kulihat sama sekali, semenjak 3 hari lalu mempersiapkan ini semua.

………

Ku coba tatap dirinya. Terdiam.

………

“Maaf,pak. Rasanya saya salah orang”. Kataku tiba-tiba. Langsung berubah suasana disana. Ramai bersahut-sahutan berkomentar. “Salah bagaimana?” , tanya penghulu kepadaku. “Apa yang salah? ” kata Ayahnya tak kalah panik.

………..

………..

………..

“Kok yang disebelah saya ini cantik sekali, tidak seperti yang saya kenal dulu.” 

3 thoughts on “Salah orang?

  1. hahaha

    hayalannya detail bgt deh

    kirain curhatan,,

    pilihan katanya bagus, enak dibaca
    tak lupa gombalan2 khas faisal jamil mutammam,..hahaha :p

    semoga dipermudah dik :p

    #keep writing boy

  2. ka yenti : haha, detil ya? sebenernya itu kurang detil. Tapi kalo terlalu detil, nanti inti dari cerita yaitu gombalannya takut gak dapet..hehe..😀

    icha: cieee juga.. mau dong cha, baca blog lw..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s