Untuk Adik #3 Jawab ya, dik!


Lagi, dik!

Aku punya pertanyaan untukmu. Jawaab ya!!

Pertanyaan ini sering kutanyakan pada teman-teman dekatku. Tapi belum ada yang memuaskan hatiku. Jawaban yang mereka berikan tidak pernah salah, dan akupun akan menjawab itu ketika aku ditanya hal yang demikian. Ya, jawabnya so-so. Begitu juga aku..

Bagaimana seseorang akan meyakinkan diri bahwa seseorang itu adalah ia?

Pertanyaan ini pertanyaan gila . Pertanyaan yang belum dan mungkin tak ada puas jawabnya.

Kau jawab ya, dik!

Kau juga tolong jawab ya, sahabat ku yang membaca!🙂

Bantu aku, setidaknya untuk memahami,

bagaimana Dia memilihkan kau untuknya, dia untuk aku, atau kau untukku.🙂

 

12 thoughts on “Untuk Adik #3 Jawab ya, dik!

  1. wah wah,..cerita2 di blog dik ical semakin dewasa saja. Padahal aku fikir kau masih sangat kecil.

    bicara tentang memilih dan dipilihkan olehNya kalau menurut aku bermula dari hati. bahkan ketika orang yang sudah dipilihkan olehNya sudah saatnya tiba, maka hati akan cenderung padanya, walaupun masa pertemuan atau perkenalan singkat.

    biar yakin? lagi2, jawabannya normatif sih,, hati,,ya,,hati yang kemudian akan menuntun kepada keyakinan.

    btw,,ini jawaban versi aku ya,,pandangan pribadi, sangat memungkinkan kalau ini tidak tepat.

    hehehee,,,dewasa bgt nih omongan, mending tanya sama yang sudah yakin dengan pilihanNya🙂

  2. Jangan bilang, un bilang aku dewasa karena bhasannya tentang nene ya, ini murni tafakur..hehe

    kecendrungan ya? Bukannya hati itu bolak balik? Jadi bisa aja cenderung itu berubah2? Dan bukankah ‘pasangan’ itu adalah menyesuaikan? Bukan kecendrungan kesamaan?

  3. Assalamua’laykum ical.. hoho iseng aah komentar, abisnya dari kmarin nge-galau aja kayaknya..
    shiva ga punya jawaban sendiri, tapi pernah juga nanya hal yg sama ke dua orang temen yang sudah melalui prosesnya, yg pertama bilang dia istikharah terus merasa yakin saja dengan pilihan ini, kalau suaminya dia cerita sih lewat mimpi gitu,, tapi gak tahu deh mimpi kayak apa *ga diceritain juga
    kedua, temen mau nikahan nanti ni minggu depan dia jug sama merasanya yakin saja dengan pilihan yg ini.. dan yg shiva agak heran sepertinya waktu untuk mengambil keputusan itu tiap orang beda-beda, kayak cerita temen yg tadi juga ada yg smpe 2 bulan baru dpt jawaban, ada yg hanya seminggu saja sudah dpt jawaban..

    sungguh hal ini macam rahasianya Allah deh, shiva juga kadang nanyain hal yg sama kalau lagi doa,, makanya sih shiva doa aja ke Allah, kalau emang pas diketemuin sama ‘the right one’ itu kasih petunjuk ya Allah.. hoho.. supaya gak salah,, *eleh kaya apa deh*

    semuanya terlalu misterius untuk ditemukan jawabannya, karena ini juga tentang hubungan kita sama Allah, seberapa dekat, seberapa jauhnya.. insya Allah kalau kita dekat terus sama Allah, mesti deh Allah akan memudahkan semuanya..

    wallahualam..

    *maap kepanjangaan😀

  4. hoho,,ga juga sih :p
    kalau dewasa itu dinilainya dari pola fikir sal, bukan penampilan, bukan juga cara ngomong, tapi bahan omongan juga merupakan indikasi kedewasaan menurutku

    back to topic, wallahua’lam ya

    Hati manusia emang bolak balik, that’s why perbanyak berdoa, Allah punya cara yang unik untuk setiap orang (pengamatanku sih gitu), ini murni masalah kecenderungan hati, kecenderungan yang mungkin berbeda dengan kecenderungan lain yang gampang berubah-ubah. Sebenernya aku juga ga begitu paham sih, tapi kalo kata orang2 yang sudah berpengalaman, kalau memang “dia” the right one (minjem istilah shiva), maka insyaAllah hati akan “diarahkan” kesana oleh Nya dan jalan menuju “nene” akan terbuka (semoga)

    wallahu a’lam sal, mungkin diskusi ini akan kita lanjutkan di bulan oktober insyaAllah dengan mendatangkan guest star mantan istri aku (tikusss), hehehe🙂

    Sukses sal, semoga segera dapet adik yang bisa jawab semua pertanyaan2 ente, hahahahaaaa

    peace, salam dari sail😀

  5. o iya, satu hal lagi, aku sepakat bahwa kecenderungan itu bukan masalah kesamaan atau interaksi yang lama, tapi lebih pada rasa kecocokan (cocok bukan berarti sama ya)

    bisa dibilang ini bukan karena karakter yang sama, atau karena interaksi yang intens, walaupun interaksi yang intens bisa juga menimbulkan “perasaan cocok”, tapi gak mesti. Kecocokan insyaAllah karena Allah menjadikan kita cenderung padanya, bisa melalui istikharah misalnya. Wallahua’lam

    ini murni pendapat ya sa, kalau ditanya dalilnya, aku juga ga bisa nunjukin, hehe😀

    cemungudh \(^o^)/

  6. Shiva: Wa’alaikumsalam.. Makasih banyak udah mampir yaa.. Hehe.. Gak galau ko, justru tulisan ini dibuat untuk dapat terus stabil..🙂

    aku suka banget, sama jawaban ini tergantung sama kedekatan kita sama Allah, dan bener banget insya Allah kalau kita dekat terus sama Allah, mesti deh Allah akan memudahkan semuanya..

    berarti kalo udah pas dari Allah, mudah aja jalannya ya.. Tapi pertanyaan berikutnya : jalan mudah kan kalo udah di usahain? pas mau ngusahain, harus yakin dulu kan? nah lho.. jadi nya yakin dulu, apa maju dulu?

  7. Ka Yenti : Lagi2, mungkin jawabannya yang paling pas saat ini, :
    nanti kalo udah pas, jalannya akan serba di mudahkan.

    Tapi tetep, yang mana dulu, usaha supaya jalannya mudah, apa yakin dulu?

  8. usaha dulu, bukan yakin dulu,..tapi…ga tau deh, bingung juga aku :p

    kalau dari yang udah experience sih, yakin nya itu dateng belakangan setelah usaha, tapi kongkritnya gimana, aku juga ga ngerti,,hahaha

  9. wahh.. bingung juga kalau ditanya yakin dulu atau usaha dulu, ini hanya pemikiran shiva ya dari sudut pandang seorang wanita.

    ketika seorang laki-laki datang pada wali/perwakilan seorang wanita untuk mengajukan permohonannya menjadikan wanita itu pasangan hidup (terlepas dari si wanita ini mau atau enggak ya), laki-laki itu mestilah sudah memiliki keyakinan pada apa yang menjadi pilihannya makanya dia usahakan melalui komunikasi dengan walinya

    atau skenario dua:
    si lelaki memang belum yakin dengan pilihannya, masih terdapat keraguan namun dia usaha dulu untuk mengetahui kondisi wanita pilihannya (dalam kata lain usaha dulu), setelah usaha lalu timbullah keyakinan yang makin kuat, makanya barulah dia yakin sepenuhnya setelah melakukan usaha sebelumnya.

    atau ketiga:
    kedua anak adam ini sudah sama2 yakin sepenuhnya meskipun tanpa banyak tanda-tanda terlihat (tapi hati mereka seperti sudah dipersatukan Allah) kayak cerita cintanya Ali ra. dgn Fatimah azzahra.. keduanya sama-sama suka tapi gak pernah ngomong hanya rasulullah aja yg tahu, makanya keduanya pun langsung dinikahin aja sm rasulullah. kalau jaman sekarang gak tahu ya cerita ini masih berlaku atau enggak buat manusia jaman sekarang, karena yang kayak gini kebanyakan juga kedua orang itu yg belum tentu bisa nahan diri dan perasaannya masing2, yaa bgitulah kira2

    saran buat ical: banyak2 belajar aja dulu buat persiapan, dari buku, orang yg pengalaman, dan lainnya.. meskipun belum tentu bisa jawab pertanyaan ini, tapi bisa sedikit melegakan, tapi yakin aja sih sama Allah, kalau minta bantuanNya pasti dibantuin kok, minta pentujukNya pasti dikash kok..

    kalau shiva sih, emang sedang tidak memikirkan apapun tentang ini,, (eeh curhat deh)
    tapi tidak membuang jauh2 doa2 dan harapan2 tentang ini (karena ini juga terkait hidup di masa depan)

  10. ini ada kalimat yang menyentuh bgt nih

    Allah..

    Untuk semua yang masih bersemayam dalam rahasia takdir-Mu. Kami meminta agar yang hadir dalam kehidupan kami adalah cerita-cerita yang tertulis selalu karena tergerak karena-Mu. Kami meminta agar yang akan datang dan melengkapi kami adalah mereka yang juga mencintai-Mu, serta senantiasa bergerak mendekati-Mu. Eratkan hati kami dalam genggaman sujud penuh khusyu kepada-Mu. Lapangkanlah langkah kami dalam menuju kesempurnaan penghambaan kepada-Mu. Bimbing tiap detik kami agar yang ada dalam bilangan waktu yang kami miliki adalah kumpulan mutiara-mutiara cerah yang akan menjadi catatan amal bagi kami..

    Allah…

    Untuk semua yang kami imaji, untuk semua yang kami ingini, dan untuk semua yang kami harapi. Perkenankan dan permudahlah ia, jika memang semuanya tertuju dan ter-arah untuk beribadah kepada-Mu. Jaga kami dalam ketaatan yang terus menerus. Pelihara kami dalam rindangnya kasih sayang-Mu. Tunjukilah kami jalan-jalan yang mampu memudahkan kami untuk tetap berjalan dalam syariat-Mu.

    Allah…

    Untuk semua doa-doa kami yang panjang namun terkadang sebelum sempurna dalam ketundukan kepada-Mu. Perkenankanlah kami terus menjadikan-Mu, sebagai alasan dari setiap apa yang kami ingini, meski itu, hanyalah langkah kecil di mata dunia-Mu..

    (copas dr dakwatuna.com)

  11. subhanallah.. mantep ka..

    makasih banyak ya..

    ” Untuk semua tanya yang tak terjawab. Untuk semua fikir yang tak pernah puas. Untuk semua aduan kepada tempatnya mengadu. Sungguh, aku hanya ingin bertanya pada-Nya. Pada-Mu. Aku akan terus bertanya, duhai yang Maha Tahu. Hingga Kau menjawabnya, dengan pemahaman hati melalui ilmu dan Nur-Mu. Hingga aku mengerti dengan fikirku, imanku , hatiku dan amalku.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s