Kalo punya cita-cita, yang tinggi..


Malam ini, iseng2 buka internet, niatnya hanya ngecek email masuk, dan melanjutkan membuat  modul praktikum telkom untuk semester ini, tapi ternyata tergoda untuk menulis , ngecek si-blog yang udah kering gak diisi lagi..

Beberapa hari yang lalu, hari minggu tanggal 3 januari, setelah datang ke pernikahannya kakanya Hana Afifah yang pernah dateng ke kampus (cantik banget,beneran!! hehe..) gw kumpul bersama temen2 senasib dirumah ka andika, ngobrol2 bentar, bahas kondisi yang lagi hot2nya di telinga masing2.. terus kita berkunjung ke bapaknya temen yang sedang sakit…

NAH,disini baru mulai intinya.^^v

sama seperti saat berkunjung pertama,si bapak tampak ceria2 aja, padahal beliau lagi sakit.. aneh,dan lucu juga jadinya. sang bapak seneng banget cerita,. Jadinya, bukan yang sakit yang di hibur sama yang dateng, tapi kita malah terhibur sama bapak yang lagi sakit.  (kata arifrahmanto, kayak nonton OVJ,haha..).. tapi plus hikmah!

Sang bapak, di temenin sama sang ibu yang setia menemani.. Mulai deh cerita2 tentang semuanya. Dari mulai jarum infus yang copot2 mulu, infus gak netes jadinya..(WHAT??) kata sang ibu,sang bapak bandel,aktif,seneng banget gerak. Pengen minta benerin sama susternya, kata sang ibu, “saya malu, udah bolak-balik minta benerin sama susternya, abisnya bapak dari tadi copot2 mulu infusnya” -begitulah kira2-.. Alhasil,karena denger sang ibu bercerita, tetangga depan(keluarga pasien sebelah) berinisiatif memanggil susternya supaya di benerin  infusnya. Alhamdulillah..

Trus cerita juga, kalo sang bapak sudah hari kedua di RUMAH SAKIT, tapi belum juga di periksa oleh dokter untuk tahu penyakit yang sebenarnya apa. Alasannya sederhana, dokternya lagi libur. (LOL).(libur tahun baru mungkin) Wah,bahaya juga nih para dokter di Indonesia, kalo semua dokter sedang libur sehingga tidak ada yang bisa memeriksa pasiennya, bisa-bisa pasiennya tambah buruk kondisinya karena tidak di tangani dengan segera.. Tapi sekali lagi, sang bapak tetap saja tenang meski belum diperikasa oleh dokter selama 2 hari..

Nah, saat sedang asik ngobrol, sang bapak memberi nasihat pada kami yang datang. Dengan bahasa sundanya yang khas, kira-kira seperti ini:

————————————————————————————————————————————————–

Sang Bapak :    “kalo punya cita-cita, di gantung yang tinggi ya. Ya, paling nggak tercapai lah setengahnya. Makanya, kalo punya cita-cita yang tinggi, jadi meskipun dapet cuma setengah, sudah cukup tinggi. Misalnya, Kalo bisa,kuliah di Jepang sana,atau di mana yang jauh. Kalo cita-cita pengen ke Jepang, ya paling nggak ke Singapura lah yang lebih deket yang tercapai, atau Malaysia, atau minimal Brunei lah..”

Sang Ibu: ” yah pak, rezeki mah di Jakarta juga banyak, gak usah jauh2..dimana2 juga ada..”

Sang Bapak: ” ini namanya cita-cita, harus tinggi cita-cita,harus jauh.. Contohnya kita mi (UMI,panggilan ke sang ibu), jauh2 ke jakarta dari bandung supaya ngejar rezeki kan? ya gitu juga lah kira2..

————————————————————————————————————————————————–

Alhamdulillah, bisa dapet perenungan, nasihat disini. Saat ingin berkunjung, malah banyak dapat nasihat dan hikmah..Dari orang yang sakit,bisa dapat hikmah yang bisa bantu menyemangati gw lagi. HEBAT!

Sang bapak benar, cita2 harus tinggi. dengan teorinya yang sederhana, contoh yang sederhana, cukup untuk membuat kembali ON mengejar cita2. Sang Ibu juga gw yakin maksudnya benar, tapi karena gw lebih suka yang jauh2, makanya lebih suka komentar sang bapak.. hehe..

AYO2 temen2 semua.. semangat2! kejar cita2 tertinggi kita semua. Jika dirasa cita-citanya kurang tinggi, tinggikan lah. Supaya minimal dapet setengahnya. Misalnya, cita-cita, gaji per bulan 20 juta, kalo hanya dapat setengahnya, berarti 10 juta. Kalo cita-citanya cuma 3 juta, mungkin dapat tercapai, tapi kan peluang setengahnya kalah jauh dari yang 10 juta tadi.. ^_^_^

-semangat!-

One thought on “Kalo punya cita-cita, yang tinggi..

  1. luar biasa cal……gila itu pasti penggugahan kembali + motivasi semngat tuh buat lo cal. gila klw gw dah dsna pasti gw dah bengong (ngerenungin cita2 gw) haha..

    emang kita harus punya cita-cita., klw ga da cita-cita kita mungkin sudah mati. karena cita-cita juga sebagi penuntun hidup. bener kata bapak itu, bermimpilah setinggi mungkin, walaupun kita sudah dapat setengah. atau seperempat atau lebih. intinya mimpi bercita-cita itu membuat kita UNTUK MEMULAI….!!!

    semangat!!semngat!!!
    thanks cal.

    ditunggu kalimat-kalimat motivasinya…..

    hehe.. sekarang giliran lw dit..
    mari kita wujudkan mimpi kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s