BELUM ADA JUDUL


HAKIM AGUNG RAMADHAN

JAKARTA, 10 JULI 2008

21.10 WIB

Ayo bangun

saat demokrasi itu kian harum

Mengapa harus terlelap

mengapa harus tiarap

Tegakkan kepala!

Kumpulkan asa!

Karena tiap batang hidung yang terengah napasnya

tiap itu pula tenggorok membuka katupnya

bukan untuk bendera hina sebuah liga

bukan karena medali sebuah jasa

pun bukan mewah sebuah harta

tidak untuk paduka

tidak untuk raja, ratu tercinta

Ini kami jelata,

janda,

yatim-piatu,

pengemis yang mengemis bukan tahta

mata kami lelap

fisik kami tiarap

kami nominal nol untuk definisi istimewa

dimangkuk kami pun jatuh angkuh

100 rupiah tak berdosa

ini kami (lainnya),

headline media massa,

nyaman hotel bintang lima

demokrasi 24 karat

untuk kami dan kami lainnya..

(Puisi ini bukan buatan saya, tapi milik teman saya tersebut diatas..

diterima lewat sms saat masa sulit saat ini..)

2 thoughts on “BELUM ADA JUDUL

  1. “pun demikian” yang mana ya ka?

    di puisi ini cuma ada kata “pun” saja..

    Mungkin sekarang banyak yang make kata tersebut soalnya ingin menunjukan kondisi yang kontras..

    berarti anak muda skrg jadi lebih ngerti dong atas kondisi Kontras yang ada…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s