SEMANGAT TERUS KAWANKU


SEMANGAT TERUS KAWANKU

Bangsa Indonesia baru saja merayakan hari kemerdekaannya yang ke 63. Di setiap daerah dilaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih untuk memperingatinya. Penjajahan secara fisik telah lama Indonesia tinggalkan dan saat ini menjadi luka pahit sekaligus pemacu semangat membara membangun negeri. Saat ini yang perlu kita lakukan sebagai penerus perjuangan para pahlawan adalah mengisi kemerdekaan Indonesia dengan pembangunan secara tepat di berbagai bidang .

Indonesia sesungguhnya bukan negara yang begitu buruk di mata dunia. Dari berbagai bidang, pahlawan-pahlawan Indonesia masa kini pun tetap semangat dalam mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan mengibarkan bendera merah putih di depan mata dunia. Dari sisi olahraga, pahlawan Indonesia baru-baru ini masih dapat memberikan sebuah medali emas dalam ajang bergengsi tingkat dunia, Olimpiade Beijing. Mungkin jika dibandingkan dengan sang juara China, Indonesia masih sangat jauh tertinggal. Tetapi di kalangan Asia Tenggara, Indonesia patut sedikit berbangga hati. Di bidang keilmuan, para pemuda Indonesia sukses membawa dua buah medali emas di Olimipiade Fisika yang diadakan di Vietnam. Dan tentunya dibidang lain pun masih banyak yang berprestasi di bidangnya masing-masing.

Memang, tiada gading yang tak retak. Selain berita-berita yang membanggakan tersebut kita pun tahu bahwa saat ini banyak para wakil rakyat yang terungkap kasus-kasus korupsinya. Sungguh sangat menyedihkan. Disaat rakyat berjuang untuk makan, siswa-siswi, mahasiswa berjuang agar dapat tetap meneruskan studinya, para wakil rakyat digedung megah tersebut masih banyak yang gelap mata. Selain itu, kita juga tak lelah disajikan berita-berita, pembunuhan, pemerkosaan, pencurian dan lain-lain.

Namun, seharusnya kita pun tidak boleh hanya meratap apalagi menangis . Bangsa ini sedang melangkah menuju sebuah perbaikan, selangkah-demi selangkah. Yakinlah!. Meskipun kebobrokan negeri ini semakin banyak terungkap, bukankah itu dapat kita jadikan pertanda baik, bahwa, keburukan negeri ini satu persatu keluar dan digantikan dengan prestasi-prestasi yang dapat Indonesia raih. Seperti analogi air di dalam gelas. Jika di dalam gelas tersebut kotor, maka dengan kita isi gelas tersebut dengan air yang bersih, maka air yang kotor tersebut akan sedikit demi sedikit tergantikan. Seperti itulah sebenarnya keadaan bangsa ini kawanku.

Kita harus mengisi bangsa ini dengan air-air yang bersih. Kita harus mengisinya dengan perbuatan-perbuatan baik kita, prestasi-prestasi kita, yang dapat menggantikan rusaknya bangsa ini. Mungkin inilah sesungguhnya makna sebuah ayat di dalam Al-quran ; Sesungguhnya Allah tidak akan menggantikan nasib suatu kaum, sampai mereka merubah nasib mereka sendiri. Kita harus merubah keadaan bangsa ini dengan kebaikan, walaupun besarnya tak terlalu terlihat. Tetapi yakinlah kawanku, kita pasti akan merubah keadaan bangsa ini menjadi lebih baik. Cepat atau lambat, adalah kita yang menentukan, kita yang melakukan. Tetapi yang terpenting adalah yakinlah kawanku. Karena dengan keyakinan, kita akan terus berjalan.

Bukan masalah jika engkau berpendapat lain, atau jika engkau tak ingin menjadi para perubah nasib bangsa. Tapi sekali lagi ingatlah kawanku, yang membedakan kita, hanyalah nilai diri kita, niat-niat tulus kita, perjuangan-perjuangan kita, kelelahan kita dalam berjalan dan berlari merubah nasib bangsa.

27 08 2008 / 24:24 @kAMaR gw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s