Selamat Tinggal Sahabat
Malam ini adalah malam sesaat sebelum aku meninggalkan rumah ini, kota ini, dan kehidupan fase ini.
Karena waktunya telah tiba.
Kereta kehidupan selanjutnya akan segera berangkat.
Berangkat membuka jalan-jalan baru dalam kehidupan aku ini.
Sahabat..
Melalui tulisan ini, aku mencoba menyampaikan salam terbaik ku.
Yang mungkin tak bisa bertemu untuk menyampaikannya secara langsung.
Memeluk Erat.
Bukan salam perpisahan, tentunya, sahabat.
Karena aku sendiri membenci perpisahan.
Tapi salam ini adalah salam doa.
Semoga dirimu disana, selalu diberikan yang terbaik dari yang Maha Baik.
Semoga kebaikan selalu menyelimutimu, sehingga hal yang baik bisa kau lakukan.
Setahun lebih nantinya bukan waktu yang panjang.
Bukan waktu yang singkat pula.
Semoga, dengan waktu kita ini,
Banyak yang bisa kita lakukan.
Semoga kita bisa bertemu kembali nanti.
Dan pasti ku nantikan cerita-ceritamu.
Kegiatan-kegiatanmu, karya-karyamu, sukses-sukses dirimu.
Dan semuanya tentang dirimu.
Tawa-tawa bersamamu pasti akan ku rindukan.
Dan juga, aku ingin meminta maaf setulus-tulusnya dari mu, sahabat.
Tentunya ada kesalahan yang pernah ku perbuat, dan mungkin belum mendapatkan maaf dari mu.
Aku mohon maaf.
Karena tak ada yang tahu, mungkin ini menjadi jalan meminta maafku yang terakhir.
Dan tentunya, aku memohon doa darimu.
Doa semoga kesehatan dan kebaikan selalu melingkupi diriku dan keluargaku disini.
Doa semoga keikhlasan menjadi teman dalam perjalanan ini.
Tenang saja, aku berdoa semoga Allah memberikanmu hal-hal ini juga ketika kau mendoakanku.
Selamat tinggal, Sahabat.
Sampai jumpa lagi di kehidupan berikutnya, yang lebih baik!
Sahabatmu,
Faisal Jamil.
Nb:
Aku suka lagu ini.
Tepat menemani salam perpisahanku ini.
Selamat Tinggal Sahabat, dari Izzatul Islam
Selamat tinggal sahabatku
Ku kan pergi berjuang
Menegakkan cahaya Islam
Jauh di negeri SeberangSelamat tinggal sahabatku
Ikhlaskanlah diriku
iringkanlah doa restumu
Alloh bersama slaluKuberjanji dalam hati
Untuk segera kembali
Menjayakan negeri ini
Dengan ridho IlahiSelamat tinggal sahabatku
Ku kan pergi berjuang
Menegakkan cahaya Islam
Jauh di negeri SeberangSelamat tinggal sahabatku
Ikhlaskanlah diriku
iringkanlah doa restumu
Alloh bersama slaluKalaupun tak lagi jumpa
Usahlah kau berduka
Semoga tunai cita – cita
Raih gelar syuhadaSelamat tinggal sahabatku
Selamat tinggal sahabatku
Selamat tinggal sahabatku
Selamat tinggal sahabatku
Selamat tinggal sahabatku
Selamat tinggal sahabatku

Ini Video-nya.
Maaf, Teman.
Untuk sahabat-sahabatku.
Mohon maaf atas kesalahan yang aku perbuat. Mungkin seharusnya malam tadi menjadi malam yang baik, karena mungkin itu terakhir kalinya kita bisa ‘main’ bersama. Tapi,sudahlah.
Mungkin setelah ini, kalian lebih mengenal sifat ku.
Tidak suka akan aku ungkapkan tidak suka, meskipun kalian akan lebih sering melihatnya dari perubahan sikapku.
Sungguh, diam lebih menjadi pilihanku ketika kesal,marah dalam hati.
Tetapi jika emosi sudah tak bisa di bendung, marah pun akan kalian lihat.
Tapi setelah mengeluarkan marah sesaat itu, percayalah, semua sudah hilang.
Tak ada lagi rasa marah, selanjutnya yang ada adalah penyesalan di diriku.
Penyesalan kenapa diam tidak bisa memendam marahku lagi. Penyesalan terhadap batas emosiku.
Semoga kita bisa bertemu kembali di lain waktu.
I really love you, friends. Really.
15 April 2012
2.36
Sejuta Ketika
Ternyata benar-benar harus aku akui.
Aku lelaki melankolis.
Hari ini, ada sebuah acara. Acara pertemuan biasa sebenarnya. Tetapi, karena kita –terutama aku– sudah sangat jarang bertemu, terasa menyenangkan.
Dan tetap saja, sedikit sedih ketika harus selesai.
Tanpa bisa terucap.
Dan saat ini, kenangan-kenangan itu berputar-putar kembali di ingatan.
Ketika dua orang sahabat (I n R) datang ke kantin teknik untuk ‘membujuk’ aku membantu.
Ketika masa-masa gamang karena memang merasa tidak pantas , bahkah untuk sekedar bekerja sama.
Ketika hari pertama rapat, aku hanya diam melihat wajah-wajah yang selama ini menjadi ‘pahlawan’ kampus. Hanya berkenalan dan memperhatikan.
Ketika mereka rapat di rumahku, dan tetap saja aku hanya diam.
Ketika awal pembahasan ‘sekolah’ itu, dan aku tetap hanya banyak diam.
Ketika banyak-nya apel, rapat, dan aku tetap merasa tak punya banyak ilmu untuk di bagikan.
Hingga ketika subuh hari saat itu, saat puncaknya pun telah sampai
Tangis itu menggambarkan harapan yang membuncah, di iringi sahut-sahutan azan berkumandang.
Dan ketika bagian berikutnya di lanjutkan, dengan segala keterbatasan dari aku.
Ketika segalanya harus di koordinasikan lewat telepon.
Dan ribuan ketika lainnya.
Dan saat kita berusaha mengingat-ingatnya,
dengan segala tawa, mentertawakan kenangan itu.
Semakin terasa, bahwa ternyata aku memang mudah hanyut dalam perasaan.
Tapi aku pun tak terlalu peduli.
Sifat ini membuatku bisa menghargai pertemuan, detik-detik kebersamaan, hingga perpisahannya.
Haruslah setiap pertemanan, meninggalkan kesan baik.
Supaya ada bekas di hati.
Terima Kasih, teman-teman Sospolicious.
Terima kasih, teman-teman CK.
Sudah memberikan aku kesempatan untuk menjadi bagian dari kalian.
I will absolutely miss you, all.
- Home -
08042012- 00.14 AM.
Hari Terakhir
Sendu.
Selalu seperti ini rasanya.
Ketika tiba masanya ada di hari terakhir berada di suatu tempat asing bagi kita.
Semua memori dari hari pertama, sampai hari terakhir rasanya berputar di ingatan.
Cepat.
Sunnatullahnya memang seperti itu.
Ada pertemuan, ada perpisahan.
Ada saatnya datang, berarti ada saatnya untuk pergi.
Tapi tetap saja, sendu.
Sejuta pengalaman baru yang didapat.
Sekian banyak sahabat baru yang dikenal.
Sekian banyak karakter berbeda di temui.
Sejuta rasa gembira, sedih, senang, kesal yang dirasa.
Mungkin itu yang mahal dari sebuah perantauan.
Pelajaran tentang hidup yang bisa di dapatkan.
Dan mungkin karena itu, Imam Syafii menyarankan kita untuk merantau.
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tak tinggalkan busur tidak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
Jika didalam hutan.
Semoga bisa terus mengambil pelajaran dari Indahnya berada di “negeri orang”.

Hari Terakhir ,
Jl.BKR No.192, Bandung, Jawa Barat.
04 April 2012. 07.28
Perang Pertama
Hati-hati dengan hatimu.
Keringat belum menetes, peluh pun belum bercucuran. Apalagi darah.
Tas perang belum di jinjing, sepatu boot pun belum terpakai. Apalagi senapan.
Hati-hati dengan hatimu.
Ketika bendera yang terkibar masih bendera putih,
Tapi kau sudah mendengar seruan penghormatan.
Hati-hati dengan hatimu.
Tapi mungkin itu perang pertama.
Dan itu mungkin perang yang akan terus terasa lelahnya.
Membombardir tubuhmu lewat sejuta jalan kelemahanmu.
Perang yang bisa membunuhmu , mati sampai ke hati.
-
Kencangkan ikat pinggangmu, angkat senapanmu.
Turunlah ke medan perang yang sesungguhnya.
Nikmatilah lelahnya. Nikmati sakitnya.
Kau akan mendapat surgamu sendiri, dengan mata kepalamu.
Tak perlu menunggu mati.
Tapi hati-hati dengan hatimu.
Jaga ia semanis senyuman mereka.
Jaga ia tetap tersenyum seceria mereka.
Tak perlu kau hiraukan rangkaian bunga yang sampai padamu.
Surgamu yang sejati, ada disana.

Sedikit tentang IM ;)
IM ??
Apa itu IM?
Ikhwanul Muslimin kah?
Indonesia Mengajaar kah?
Islamic Movement kah?
Ingin Menikah kah? #eh?
Terserah.
Yang terpenting mereka semua di singkat menjadi IM. Haha.
Tapi ada satu diantara mereka yang benar-benar menjadi topik bahasan kali ini. Yang mana? Ikuti saja sampai habis.
Aneh, dan mungkin tak masuk akal.
Itulah mungkin yang kurasakan mengenai ini. Tetapi lagi-lagi ini menjadi bukti kebesaran Allah akan takdirnya. Dan aku sekali lagi menjadi saksi akan kebesarannya. Allahu Akbar.
Seperti dulu, ketika masa-masa mengerjakan skripsi. (Ada disini). Ketika pertolongan Allah yang datang dari arah yang tak disangka-sangka, dan adanya di ujung masa deadline. Ketika itulah, kuasa berbicara, dan takdir membukakan catatannya.
Seperti itulah pula hal ini terjadi saat ini.
Keinginan itu sudah ada sejak cukup lama. Aku tahu banyak dari berita di jejaring sosial yang ada. Mengenai para pendahulu. Latar belakang adanya program itu, dan bagaimana solusi yang ditawarkan. Tertarik? Pasti. Terlebih lagi saat itu sedang diadakan lagi Open Recruitment. Tetapi saat itu load kerja tak memungkinkan untuk mempelajari program ini lebih dalam, apalagi menuliskan banyak essay panjang sebagai persyaratannya.
Aku tahu seorang temanku yang sangat semangat mengikuti program ini. Aku sangat menghargai usahanya. Dia publish usaha maksimalnya, seraya memohon dukungan dan doa dari teman-temannya. Tapi aku? Membuat essay-nya saja belum. Padahal saat itu deadline semakin mendekat.
Benar-benar dekat waktu pengumpulan, barulah semua essay ini dapat dilengkapi. Ku akui, menuliskannya saja membuat hati bergetar, membuat mata berkaca-kaca. Ini bukan sekedar mengisi essay rasanya, ini menuliskan sejuta harapan dan sejuta semangat yang kau punya untuk Negaramu. Sungguh!
Nothing to loose. Tak berani berharap banyak, tetapi juga tidak pesimis. Seperti pesan seorang sahabat, Biarkan Alam yang menghentikan langkah-ku ini. Just do it!
Dan ternyata, Alam masih mengizinkan langkah ini terayun.
Proses selanjutnya juga seperti itu. Jadwal yang ada benar-benar harus di sesuaikan dengan padat dan tidak jelasnya waktu kerja disini. Kuminta reschedule ke jadwal yang kurasa ada waktu kosong untuk datang ke Jakarta.
Di hari H pun, angin pesimis pun rasanya sangat kencang berhembus. Bagaimana tidak, yang hadir disana betul-betul pemuda/pemudi yang hebat secara apapun juga. Mapres Fakultas A, Pemimpin B, Pendiri C, anggota komunitas sosial D, karyawan perusahaan terkenal E, dan orang-orang ‘gila’ lainnya. Sementara aku? Bukan apa-apa sama sekali.
Ya sudahlah, masih dengan prinsip yang sama dan semangat yang sama ; Biarkan Alam yang menghentikan langkahmu. Tak mau ku ambil pusing dengan segala sesuatunya. Allah yang akan memilihkannya untuk kita, yang mana yang terbaik untuk kita.
Dan,seperti itulah jadinya. Alam masih mengijinkan langkah ini terus berlari.
Bukan tanpa goyah keinginan ini. Pendapat Orang tua, sahabat, dan pemikiran pribadi yang terus bergejolak. Istikhara bukannya belum di lakukan. Tapi gejolak memang masih kencang.
Wajar saja kufikir gejolak ini. Memilih meninggalkan kenyamanan finansial yang ada. Terfikirkan bagimana nantinya carier development yang ada saat ini. Memikirkan juga jauhnya dengan orang tua dan ketakutan jika terjadi apa-apa dengan mereka. Memikirkan bagaimana dengan persiapan ‘masa depan’ dengan seseorang dengan sedikitnya pemasukan yang ada nantinya.
Dan kekhawatiran itu pun terjawab. Ingatkah saat aku katakan sedang merenung? Saat itu lah, di pinggir pantai sebuah pulau, jawaban itu muncul. Jawaban sederhana.
Ku titipkan semuanya pada-Mu ya Allah.
Semua tentang masa depanku, karirku.
Semua tentang keluargaku.
Semua tentang jodohku.
Karena hanya Engkau yang menggenggam semuanya. Kutitipkan ya Allah, kutitipkan.
Ya, tak ada yang pasti. Titipkan saja semuanya pada-Nya. Semua berdasarkan kehendak-Nya.

Nikmat Yang Terlupa
Akhir-akhir ini, entah apa yang merasuki diriku. Entah apa yang sebenarnya mempengaruhiku, sehingga aku banyak mengeluh, banyak mencaci diriku sendiri. Hingga banyak kezaliman yang ku lakukan, dan aku menganggap itu pelampiasannya. Gila!
Tak lagi ada kelapangan hati kurasa. Jiwa penat, hati sesak. Mungkin itu yang hilang, sehingga linglung menjalani aktifitas. Allah sedang mengujiku, tapi ku sepertinya tak bisa melewatinya dengan baik.
Kekurangan selalu kurasa. Ku caci yang ada. Ku fikirkan yang tak ada. Merana. Begitu ternyata rasanya. Tak sadar aku mempelajarinya. Pelajaran kehidupan ke sekian. Semakin merana hidupnya karenanya.
Percayalah, memang bukan mudah menjalaninya. Mengalaminya. Kau punya seribu macam teori. Kau punya seribu alasan untuk berkata , “seharusnya begini”. Tunggu sampai kau ada di posisi itu, mungkin kau akan merasakannya. Atau mungkin kau bisa melewatinya dengan baik.
Entah kemana, hilangnya rasa syukur itu. Syukur menjadi sekedar pemanis bibir, hiasan dalam otak dan pemahaman. Dia tak lagi ada di hati. Entah kemana, entah kenapa. Tapi kuyakin karena iman.
Begitulah, ternyata adanya. Ketika kau tidak bersyukur akan sesuatu, kehidupanmu akan semakin sempit. Segalanya menjadi begitu rumit. Mungkin itu, sebagian dari Azab Allah yang langsung diberikan.
Tapi ketika syukur benar-benar terpatri dalam hati, bersemayam dalam jiwa, tak ada yang sempit. Tak ada yang rumit. Semua terasa begitu sederhana, semua terasa menyenangkan. Mungkin itu nikmat yang ditambahkan oleh Allah, yang pentingnya lebih penting dari nikmat yang kau syukuri. Nikmat ini yang kau luput menyadarinya. Nikmat itu ; nikmat kelapangan hati, nikmatnya bersyukur.
Ya Allah, tetapkan hati ini agar selalu di jalanMu.
Tetapkan ia untuk selalu bersyukur padaMu. Lembutkan ia kembali, ya Allah.
…Wahai hamba-Ku, sesungguhnya semua perbuatan kalian akan diperhitungkan untuk kalian kemudian diberikan balasannya, siapa yang banyak mendapatkan kebaikaan maka hendaklah dia bersyukur kepada Allah dan siapa yang menemukan selain (kebaikan) itu janganlah ada yang dicela kecuali dirinya. (Penggalan Hadist Arbain ke 24, HR.Muslim)

*terus bertafakur, dik.*
Ingin Istirahat Lebih Lama
Hufft..
Kau tahu, kawan.
Aku baru saja turun gunung. Gunung Pangrango, Jawa Barat.
Banyak yang ingin aku ceritakan, tapi mungkin esok hari baru akan ku tulis. Saat ini aku lelah, dan tubuhku butuh istirahat untuk kembali ke kehidupan nyata Jakarta esok hari.
Tapi ada sedikit yang ingin ku bagi padamu. Aku merasa sangat senang. Sudah melepaskan semua penat selama 2 bulan pekerjaan, 1 tahun tugas akhir, dan berbagai kehidupan fana lainnya. Dan aku merasa, tak ingin waktu pergi begitu cepat.
Aku masih ingin istirahat lebih lama.
….
Tapi sedikit hikmah yang ku ingat dari perjalanan ini.
Saat mendaki gunung, pastinya ada masa untuk istirahat. Istirahat disaat lelah memang sangat penting, dan sangat menyenangkan. Tetapi, bukankah kita tetap harus berjalan menanjak kembali untuk menuju puncak ? Kembali melangkahkan kaki di bebatuan keras dan tajam, melompati pepohonan, dan terjatuh di tanah basah.
Seperti hidup
..
Tetap semangat mendaki kehidupan kembali!
9 Oktober 2011, 11.56
Setelah 7-9 Oktober 2011 mendaki Gunung Pangrango.
Selamat berjuang di kehidupan pasca kampus..
Sekarang aku sedikit mengerti tentang pesan umum ketika seseorang telah menyelesaikan masa studinya, umumnya jenjang sarjana ataupun vokasi. “ Selamat berjuang di kehidupan pasca kampus..”
Rupanya mungkin aku baru merasakan, atau mungkin baru menyadari bahwa sesungguhnya perjuangan di kehidupan pasca kampus bukan sekedar perkara “mencari pekerjaan yang baik untuk diri sendiri”.

Berbeda tentunya perjuangan yang dirasakan oleh setiap orang. Ada yang perjuangannya adalah bagaimana mendapat pekerjaan yang baik, ketika seseorang tersebut sulit (atau sedikit lebih lama di bandingkan yang lain) mendapat pekerjaan yang rasa baik. Ada juga yang perjuangannya adalah mencari penghasilan tambahan, ketika penghasilannya saat ini dia rasa kurang cukup. Ada yang kesulitan di jobdesk pekerjaannya, hubungan yang tidak baik dengan rekan ataupun atasan, tertekan kondisi sikut-menyikut rekan kerja dan yang lainnya.
Tapi belum ada perjuangan berarti yang kurasakan sejak awal aku memulai kehidupan itu. Syukur, tidak terlalu sulit dan lama untuk mendapatkan pekerjaan yang cukup baik – tentunya bukan tanpa kegagalan. Untuk ukuran karyawan berumur 2 bulan kerja, mungkin memang belum terasa perjuangan di tempat kerja. Sedikit tahu jika nyatanya ada beberapa rekan cari muka ketika di depan atasan, tidak terlalu mempengaruhiku. Jobdesk kerja dapat dikerjakan dengan maksimal, menurutku. Hingga waktunya (untuk merasakan godaan) pun tiba.
Kau tahu, yang paling besar menurutku adalah tentang uang. Ketika dihadapanmu rekan-rekanmu menambah penghasilan mereka, dan membuatnya lumrah. Dan kau memiliki kesempatan yang sama dengan mereka.
Pertarungan hati, kawan.
Disini lah ilmu (teori)-mu bertarung dengan kenyataan. Dimana keinginan-mu bertarung dengan hatimu. Dimana logika hati-mu bertarung dengan logika keinginanmu.
Ku pikirkan saat ini. Saat ini, aku masih sendiri, tidak ada tanggungan di pundakku. Perkara ini lebih mudah terjawab. Tetapi, jika nanti, di posisi seperti mereka yang mungkin sudah berkeluarga, kebutuhan bertemu dengan kesempatan. Kau bisa bayangkan bagaimana, kan?

…………….
Disini peran seorang keluarga terutama istri. Menjaga keinginan-keinginan itu timbul, dengan rasa cukup akan penerimaan.
Semoga kita bisa berjuang bersama, ya dik..
Melankolis
Aku sesungguhnya tidak mengerti betul apa arti istilah itu. Yang aku tahu, beberapa orang sering menyebutku mempunyai sifat itu.
Perasa ; itulah sedikit yang kupercaya ada padaku.
Kau yang mengenalku kawan, akan tahu bahwa aku bahwa bahkan aku pernah menangis di hadapan yang lain, ketika ada dalam situasi yang mengharukan. Mengharukan menurutku.
Pernahkah kau ada di situasi, kau memimpin sebuah lembaga, dan kau mempunyai permasalahan yang dapat membuat salah satu partner kepercayaanmu mengundurkan diri?
Pernahkah kau berada di akhir sebuah proses mendidik yang kau dan partnermu usahakan,melelahkan dan kau sadar kau ada di akhirnya?
Pernahkah kau berada dalam tanggung jawab yang besar dalam “mendidik sekelompok orang”, kau dan semua partnermu menaruh harapan yang sangat besar pada proses itu, tetapi proses itu berjalan sangat mengecewakan?
Pernahkah kau mempunyai teman yang sangat dekat, selalu mendukungmu saat kau jatuh tak punya harapan, dan dia pergi jauh?
Aku sering berdoa kepada Allah , ‘ Ya Allah, lembutkanlah hatiku , lembutkan hatiku.. ‘
Kau tahu mengapa aku berdoa seperti itu?
‘ Agar aku bisa terus peka terhadap sebuah kondisi, terhadap sebuah kesalahan, terhadap sebuah peringatan, terhadap sebuah harapan.’
Karena aku yakin, semuanya berawal dari hati, melewati hati, dan berakhir pada hati.

Bintang, Apa Kabar?
Sudah berminggu-minggu aku menghabiskan hari di tempat ini. Di tempat yang tinggi ini. Di lantai teratas dari sebuah menara di segitiga emas kota Jakarta. Bukan hanya siang hari, separuh malam pun ku habiskan di tempat ini.
Kuresapi malam demi malam di tempat ini. Tidak hanya sendiri memang. Bersama beberapa teman, dan juga rekan kerja dari perusahaan lain. Baik atasan dan bawahan. Semuanya tak terasa menghabiskan malam bersama, memupuk lelah dan kantuk di tempat ini. Tempat tertinggi ini.
Tidak buruk sesungguhnya disini. Pemandangan Jakarta yang indah di malam hari selalu menghiasi kaca yang selalu ku tatap. Sama seperti saat ini. Jakarta yang hiruk pikuk, padat dan sibuk, berangsur berganti menjadi sunyi menyala. Menyala dengan jutaan lampu yang berkilau dari kejauhan. Sinarnya Indah.
Tetapi tetap saja. Ada yang berbeda di dalam hati.
Ada yang kurindukan.
…………
Sinar alami yang sangat indah. Aku suka langit, dan isinya. Dan kini, ketika ku tatap langit di malam hari, meski selarut ini, tak lagi kutemukan sinar indahnya. Hilang entah kemana. Tak pernah kutemui lagi. Jakarta telah menyulap cahaya bintang menjadi cahaya sinar lampu.
………….
Tetap saja tak akan tergantikan.
Tak akan kau temukan cahaya ketenangan di dalam sebuah lampu.
…………
Apa kabar kau, bintang?

Untuk Adik #3 Jawab ya, dik!
Lagi, dik!
Aku punya pertanyaan untukmu. Jawaab ya!!
Pertanyaan ini sering kutanyakan pada teman-teman dekatku. Tapi belum ada yang memuaskan hatiku. Jawaban yang mereka berikan tidak pernah salah, dan akupun akan menjawab itu ketika aku ditanya hal yang demikian. Ya, jawabnya so-so. Begitu juga aku..
Bagaimana seseorang akan meyakinkan diri bahwa seseorang itu adalah ia?
Pertanyaan ini pertanyaan gila . Pertanyaan yang belum dan mungkin tak ada puas jawabnya.
Kau jawab ya, dik!
Kau juga tolong jawab ya, sahabat ku yang membaca!
Bantu aku, setidaknya untuk memahami,
bagaimana Dia memilihkan kau untuknya, dia untuk aku, atau kau untukku.

Untuk Adik #2 – sendirian
Dik,.
Sebenarnya banyak yang aku fikirkan beberapa hari ini, tapi dengan tidak adanya akses internet disana, fikiranku kubiarkan melayang, berfikir sendirian tanpamu. Merenung jauh, menangisi kondisi, merencanakan,sesuatu.
Tentang ujian yang datang begitu cepat. Doa-doamu akan keistiqomahan saat ramadhan, mulai di jawab OlehNya denganujian. Dan aku gagal untuk ini dik,.
Tentang “Kaburo maktan indallahi antaquluu maalaa taf ‘aluun”. Sungguh, begitu berat, dik.
Dan hari kemarin, aku berfikir tentang besarnya peran seorang Istri dan Ibu di Rumah.
Dan aku membuat azzam untuk itu dik, untuk menuntaskannya semua sebelum Waktu itu kujemput.
Semoga Allah, menjaga keimananmu dik,.

Hafal juz 30, Arrahman, bisa menghormati wanita seutuhnya,.menjaga pandangan dan kemaluan.
-unbelievable phase-
La haula wa la quwwata, illa billahil ‘aliyyil adzim..
Subhanallah, wal hamdulillah, wa lailahaillallah.. Allahu Akbar..
Maha Besar Allah, Maha Kuasa Allah.. Sang Pencipta segala sesuatu, tiada upaya, kecuali atas kehendak Allah SWT.
Rasanya tak mungkin , jika saya tidak mengucapkan hal itu diawal tulisan saya ini. Tulisan sekedar pengingat, kepada diri sendiri dan Allah yang Maha Kuasa. Dan semoga ini bisa bermanfaat menjadikan pengingat bagi setiap pembacanya.
Allahu Akbar..
Masih teringat jelas, didalam pikiranku, bagaimana fase ini berjalan. Fase wajib bagi setiap mahasiswa. Fase yang setiap orang akan melewatinya dengan cara, pengalaman, kesulitan, kemudahan yang pastinya berbeda satu sama lain. Fase yang membuat seseorang punya “alasan” untuk menarik diri dari semua kegiatan lainnya. Fase yang bagiku sangat menekan, hati, dan jiwa ku secara seorang pribadi. Ya, sangat menekan!
Allahu Akbar..
Ketika masalah datang padamu,”Jangan katakan Ya Allah, aku punya Masalah Besar..”
Tapi katakan,” Hey masalah, Aku punya Allah yang Maha Besar”
Sampai ada masanya aku pun enggan bertemu dengan siapapun. Ketika ditanya, “Gimana sal?” Jawaban terbaikku hanyalah.. ” Mohon doanya. Sedang di usahakan.” Enggan rasanya menjawab lebih dari itu. Bukan karena tak percaya diri, tapi lebih kepada kesadaran diri, tentang proses yang sedang dijalani. Memang belum menyenangkan, dan masih diusahakan. Masa itu, untuk ke departemen sendiripun enggan. “Cuma menambah tekanan, ktika melihat yang lain”, fikirku. Hufft..
Ya Allah yang Maha Kuasa, Mudah bagiMu menyulitkan apa yang mudah,
Mudah bagiMu memudahkan apa yang terasa sulit.
Engkau pemilik Alam Sejagat Ya Allah. Mudahkan urusan ini..
Beruntung, Selain Allah yang Maha Mencintai, aku masih punya beberapa orang teman. Disaat yang lain lelah dengan urusannya, atau lelah karena tak mendapatkan kepuasan atas jawaban2 ku saat mereka bertanya. Tapi, mereka nyatanya masih ada. Setia menyemangatiku setiap malam. Tausiyahnya selalu menyemangatiku. Pernah, suatu hari, mereka datang ke tempatku, tempat terpencil itu. Sederhana saja, mereka membawakan Eskrim untukku. Untuk dimakan bersama dirumput2 dekat tempat terpencil itu. Terharu rasanya,. Thanks a lot, Uni dan adik.. Luv u coz Allah Sail.. :*
Terlalu manis, untuk dilupakan..
Kenangan yang indah, bersamamu
Aku cuma bisa berusaha dan berdoa. Tak banyak yang dapat kukatakan juga, saat orang tuaku ikut bertanya mengenai hal ini. Semakin sedih saja, saat Mamaku meyakinkan kalau aku bisa, saat aku bercerita aku tak yakin bisa selesai. Saat Bapakku bertanya, “Kok Isal gak ada ngeprint2 sih? dulu mba ngeprint terus..” Pertanyaan sederhana untuk menunjukan perhatiannya sebagai seorang ayah.
Jika seorang muslim telah dalam keadaan terdesak, itu adalah sbuah tanda pertolongan Allah segera tiba. -Hadist Rasullullah- Dari sms Un..
Berdoalah pada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan. Sungguh Allah tak mungkin mengabulkan doa dari hati yang lalai (HR TIrmidzi, Hasan) -uni-
Hingga H-3 pengumpulan, belum ada kepastian mengenai Projectku ini. Namun H-3 itu, ada yang perlu dipersiapkan untuk Long March 15 Km itu, Kubah Emas- UI. Sudahlah, jalani saja semuanya dengan baik. Allah pasti menolong hambanya yang menolong Agamanya.
La haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil adzim..
Pukul 2 pagi, mataku belum terpejam mencari solusi permasalahanku. Dan Alhamdulillah, pada malam itu, secercah cahaya datang.. Ada sedikit kejelasan cara yang harus kubuktikan dahulu. Sederhana sekali cara tersebut, dan tak pernah akan aku dan kau fikirkan penyebab masalah itu.
Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberi-nya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Ath-Thalaq: 2-3).
Long March dipagi hari, sampai pukul 11 pagi. Pukul 4 sore, aku ditunggu pembimbingku untuk menceritakan progress ku. Baru mulai pukul 2 aku dapat memulai mengambil data, karena masalah teknis. Dengan bantuan teman2 ku, ku mohon bantuannya untuk mengolah data yang kuambil secara buru2. Pukul 4,aku kesana, dan menceritakannya semuanya pada pembimbinngku. Huff..
Semua begitu cepat terjadi.. Allahu Akbar
Kisah Bunda Siti Hajar mengajarkan kepada kita lewat Sa’i Shafa- Marwah . Arti dari keteguhan, tawakkal dan pertolongan Allah. JIka saja Beliau berhenti mencari air pada hitungan 4, 5 , atau 6 karena merasa sudah berikhtiar, tentunya ia tidak akan menemukan air zamzam pada hitungan ke 7.
Dan Maha Besar Allah, yang memberikan kepadanya air, bukan di perjalanan Shafa-Marwah, tapi di sekitar Ka’bah, yang letaknya tidak dekat pada perjalanan Sa’inya..
Allahu Akbar!!
honest fighting
there was one question in my mind.. Maybe you also asking for this question.
What was I fighting for?
We can easily asnwer this question with ;
My life, my future and my family life..
Nationalist person will aswer : Indonesia, I want to make Indonesia Better with my hand.
Religious person : My God, and My Religion
Sosialist ; All people life, especially marginally people, poor people.
Artist ; My Popularity, and exsistence
second question for you, and us..
Am I really convinced with your answer? Have I been honest with myself?
I don’t know, just you (I) and Allah who know..
productive
2 weeks study have been passed.. And, What things have I done? Nothing.. I mean, nothing about my final project, and about my dreams. Although I done some of my responsibility, but I still waste my time. HAAAAH!!
I lost my dream to be an exchange student, because I was late to take a TOEFL test.. , I want to see my NF score first before the real TOEFL test. But, I realized that the deadline of applications was only one week after My NF test. My last TOEFL test was not accepted, and I had to take the new TOEFL score.. Huaah!!
I will do my best in the last opportunity..
My final project?? I have to find the new theme, new title.. Is there enough time ?? Ya, if I am focus to complete it!
Hey, Spirit.. Come to me..
Full of mind
I just want to tell what I feel.
———————————————————————————————————————————————
I worry about IME and IEEE. I hope, they can support each other. I ever lead IME, and know everything. Every difficulties that they faced. Every worries that they felt. I initiate the IEEE because I want to improve electrical engineering students, and to promote every IME events. IEEE and IME should become partner, work together, make an event together. They will never compete, if IME and IEEE works on their right way. They will be a partner, if they work and coordinate well.Believe me. I am the responsible person of IEEE establishment.
IME is the distinguished and highest organization in Electrical Engineering. It will never replaceable,even with IEEE.
IEEE should be an university level’s organization, and be the partner of IME, and Electrical Engineering Student.
——————————————————————————————————————–
I haven’t write anything yet about my seminar. Even, I have not get the specific topic yet. Yap, it was worrying. We now just learn and try how to setting,and run the application on that software. I just have 1,5 month to complete it. Bismillah..
———————————————————————————————————————
My activities is not like a student who takes 22 credits for this semester. I never study well. Hoaah!!!!!!
————————————————————————————————————————
I have complete my structural responsibility on IEEE. And I got the Best Committee in IEEE Student Branch Universitas Indonesia. In spite of our weaknesses, we feel satisfied with the progress of IEEE member, especially about English Ability. Now, IEEE members have more confidence to speak in English. They have more fluent in English conversation. At least, look like fluent.
———————————————————————————————————————
I still have responsibility in Exercise and nbw. Contributions owed.I will complete it, my leaders. I will never leave an organization, before I have contributed well there.
——————————————————————————————————————–
Malaysia.. I will thinking about you later, after my Mid Test. I promise, I will go there, bismillah.
—————————————————————————————————————-
We (Calya Shirt Team’s) got a grant from UI Young Smart Entrepreneurship Program 2010. Horray!!
——————————————————————————————————–
The September
This morning. Actually, in this morning I want to running and jogging. I want to make some exercise to reduce my weight.
. (All my friends and families said that I was very fat!!) But, some events, some changing conditions in my life make me want to write this post first. To express my feeling, my mind and my heart. I don’t know, to whom I should explain my feeling. Huh! I won’t to distrub all my closest friend activities.
Hmm. Simple, it’s all about september. Month with full of pain, happiness and others. (Ohya, I forgot to share my experiences in August. That is very interesting too.. About my AAYF,emotions, PPAM (Proses Pembekalan Anggota Muda — An education process in Student Movement, for new students in Engineering Faculty) Committee, and about all my activities. Hmm.. Maybe, someday, I will write about that.)
In september, I spend my times with PPAM committee, KOPDAR and family. With PPAM committee, I spend my times for organize the schedule, giving an explanation about some games, some skills, being moderator, make an evaluations, check and mark the student books, and many others things I have done. And you know? Thats very exhausting! Actually, my position is just a leader. But I must do all task, because our staff are just few seniors in our departement (and only some student from thats litle number of members, who want to help each other). Fuiih.. Yup, we will write and explain it in Evaluation Book, all my exhaustion and all member grumbles..
Hmm.. now it is time for KOPDAR!! KOPDAR stands for KOPI DARAT. It is a term for 2 or more peoples,who make a friend in the virtual world (ussualy social network) and make an appointment to meet in the real world. (Its my definition
). Yeah, we meet in Facebook. (Every young people must have account in FB). And in september, that is the 4th event for our Gank (haha..). We make some charity for peoples who live in cart. We give that charity, one night before Idul Firi aka LEBARAN days. We drove 2 car to bring the goods and we down the road around Cijantung and Fatmawati. I feel so miserable to see , there are so many people who live in poverty, do not have a residence for their family. It is our responsible, my friend. As a young leader, as a muslim, as a people. They are our family!!

——————————————————————————————————————————————–
And now it’s about pain. :D
Actually, its not pure about pain. It is about the truth that I have been searched for a long time. Yup, in the night when we doing the charity (before we go), I know about somethings. I know something that make all my prejudice about “it” proven. Hmm.. Thats make me disappointed is just because they have lied to me. haha.. (it just my emotions, friend). And I think Allah has prepared that night (and one night after that night) for me. To know everythings. More Clear.. Thanks chairy for listening my *****..haha.. Thanks henny,for listening my curses..haha..
Allah, please..keep “them”.. They are my friends..
Everytimes, make I know you better.. Your words,your act,. Have show everythings.. Everytimes, make everythings clear, and say that : Its not for me.
LABIL time is over..haha..
——————————————————————————————————————————————-
I love this song very much.. Life is Wonderful by Jazon Mraz..
This song remembering me, that everythings, event,step are teach us about life.
It takes a crane to build a crane
It takes two floors to make a story
It takes an egg to make a hen
It takes a hen to make an egg
There is no end to what I’m sayingIt takes a thought to make a word
And it takes some words to make an action
And it takes some work to make it work
It takes some good to make it hurt
It takes some bad for satisfactionAh la la la la la la life is wonderful
Ah la la la la la la life goes full circle
Ah la la la la life is wonderful
Ah la la la la laIt takes a night to make it done
And it takes a day to make you young brother
And it takes some old to make you young
It takes some cold to know the sun
It takes the one to have the otherAnd it takes no time to fall in love
But it takes you years to know what love is
And it takes some fears to make you trust
It takes those tears to make it rust
It takes the dust to have it polishedAh la la la la la la life is wonderful
Ah la la la la la la life goes full circle
Ah la la la la la la life is wonderful
Ah la la la laIt takes some silence to make sound
And it takes a lost before you found it
And it takes a road to go nowhere
It takes a toll to show you care
It takes a hole to see a mountainAh la la la la la life is wonderful
Ah la la la la la life goes full circle
Ah la la la la la la life is wonderful
Ah la la la la la life is meaningful
Ah la la la la la la life is wonderful
Ah la la la la la life is meaningful
Ah la la la la la la life is full of
Ah la la la la la life is so full of love
Ah la la la la la life is wonderful
Ah la la la la la la life is meaningful
Ah la la la la la life is full of
Ah la la la la la life is so full of love
Lone(ly) Ranger
Sometimes, I feel so lonely in the world. Yup, I dont know why. I just think because I life with all my friend who have someone like idol (gebetan-in bahasa gaul
).Haha.. That a stupid reason.
Ya, that is the way I have chose before. I know that that is the best way for me. But sometimes, when my best friends tell me about her/his idol, i fell lonely again. Haha.. What an unstable (labil) person I am!!
I miss all my friends. I miss that moment that we can talk together, play, eat, make a joke, tell about our idol, talk heart to heart and the others things. I miss you already my friends.
Sometimes people grumble. That why, Allah SWT says that every people made with grumble character. But, you can make it a reason, that you can always grumble with every problem which you faced. Beside grumbling, Allah have made a patience, the character that will accompany people in their live.
============================================
Oh ya, my class in this new semester has just started. I fell shock, when I realized that this semester will be busy semester,because I have some subject that project based. Ooh,,my internship report, my seminar,all my conference. Could you all share your time??
Nervous- AAYF 2010
I just wanna share you. Tomorrow, I am going to Bandung, West Java. I have been selected as participant of Asia Afrika Youth Forum 2010. This in my first international conference (that there is selection to join). I was very nervous for tomorrow.
In fact, I just have a spirit, and some confidence. My English conversation is bad. Same with my writing ability. I have no experience, how to face others international participants from many countries. I am very nervous now. You know, i just make the essays for this conference, in one day (when i am on internship sesion,
))
I just hope, I can do the best for next week in AAYF 2010. I think, the starting for my dream is in this conference. I want to going abroad around the world.

Tired
All leaders, which I work in your organizations, I apologized for all my works that are not resolved well.
I was felt so tired. I tired with all activities that not finished well. I hate someone that say about team work, but he didn’t work at all. I hate with all peoples that always say that he hate with “organization”, but he don’t give his contribution at all. I hate with all my dreams, that I can’t doing my best to realize it. I hate with starting something new task/dream, that I was lazy to finish it. I remember that my friend ever says, “Don’t start if you won’t to finish it”! Yes, I know it, and she is true. And she has proved me that she can get the things that she has struggled to get.
I have read many books about motivation. I know that people must be patient and have clear mind and motivation when trying to get something. Yes, I understand it well. I know that, people sometimes have to choose one option, when he was walk on intersection. And all consequences that he met must be accepted with sincere. I just feel tired now, and I want to say that I tired.

-the way you look at me-
I am strong.
I am weak.
I am a failed person.
I am a succesful person.
I am someone who cares.
I am ignorant.
I am nice.
I am bad.
I am smart.
I am stupid.
I dont care what you might think about me.
Whatever!
Look, from different side of life.

Aku adalah aku.
Aku adalah apa yang kupikir baik untukku,dan Kau.
Aku hanyalah Kau.
-up and down-
hai..
i just want to share something in my life..
1. finally, I can play a DRUM. With just play drum twice in studio, I can play a drum. Autodidact. It is my dream. Altough i know that my play is not so good, I think with some practice I can be a good drummer, like Gilang Ramadhan or other Indonesian Drummer (Hueek). At least, I can play it at my PSB (Pelepasan Sarjana Baru)/ Electrical Graduated Party or Makro (Malam Keakraban Elektro) / Electrical Friendship Night. Haha.. Let see there. I will give the invitation for my concert soon.. Do you want?? haha..
2. my first competition using english language ;The IEEE Presidential Change The World. Actually,I just want to copy paste and shorten from my other competition documents (ImagineCup) . So, I think it is easy to me to do it in one night. But, in fact, I meet many problems. The biggest problem is translate my Indonesia document to English. Haha.. Yayaya..and the solution is, first, i took it to google translate, and then, correct the wrong grammar ( as i can) haha.. Yeah, it just about habit..
3. I failed in my toefl test. I got score < 500. So I loss my chance to my other dream. But, i think, maybe it is time to me to more serious in learn english. Especially in grammar. With my experience in The IEEE competition and Toefl test, i know, i must learn seriously about english..
Allah is merciful. Allah is fair. There are up and down.
If you fail to plan, you plan to fail. Man jadda wa jada. Atthalaq 2-3.
hehe… how about you??

—————————————————————————————————————————————————
Something new in my class this semester. There is one student from Germany. He took the exchange program to Indonesia and took the Telecommunication Engineering course. I hope, I can know more about Germany from him. Also know about how he’s feeling in exchange program.. The question is, why you choose Indonesia?? Its so strange for me..
“berikan kesempatan itu ya Allah..”
”’berikan kesempatan itu ya Allah..”"
————————————————————————————————————————————————
berdesir angin di dalam hati..
rasanya bulu kudukku merinding..
lagi,ketika melihat mereka..
hanya itu, yang bisa membuatku semangat kembali..
Melihat foto-foto “kesuksesan mereka”..
ketika lemah menghampiri diri,,
pesimis sering kali menyapaku..
bahkan mengejekku,,
“kau bisa apa??”
tapi aku percaya,
Man Jadda Wajada
practice makes perfect
karena hanya ini yang bisa ku lakukan..
sambil berdoa pada Allah yang maha kuat,maha pintar, maha kuasa..
”’berikan kesempatan itu ya Allah..”"










Yang baru saja berkomentar..